Sawit Disebut ‘Anugerah’, Prabowo Tekankan Potensi Jadi BBM Nasional

pranusa.id December 7, 2025

FOTO: Prabowo Subianto. (Dok. Instagram/presidenrepublikindonesia)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan urgensi kemandirian bangsa di sektor pangan dan energi.

Dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-61 Partai Golkar, Prabowo menyebut kelapa sawit sebagai “anugerah” Tuhan yang harus dimaksimalkan menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor.

Berbicara di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025), Prabowo menyoroti ketegangan geopolitik dunia yang kian memanas.

Menurutnya, konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia berpotensi merambat hingga ke Eropa dan mengacaukan rantai pasok global.

Jika hal itu terjadi, Indonesia yang masih bergantung pada impor akan berada dalam posisi rentan.

“Makanya, dari awal saya katakan kita harus swasembada pangan, swasembada energi BBM. Perang lanjut di Eropa, bisa-bisa kita tidak bisa impor dari manapun,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, ketergantungan impor berisiko membuat negara tidak mampu membayar harga BBM jika terjadi lonjakan harga akibat krisis global.

Teknologi Pengolahan Sawit

Untuk mengatasi ancaman tersebut, Presiden menunjuk sektor kelapa sawit sebagai solusi strategis.

Meski kerap menjadi polemik, ia menilai komoditas ini memiliki potensi luar biasa jika didukung teknologi pengolahan yang mumpuni.

“Kita diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, kita punya kelapa sawit. Kelapa sawit bisa jadi BBM, bisa jadi solar, bisa jadi bensin juga, kita punya teknologinya,” tegasnya.

Prabowo mengingatkan pentingnya kesiapan industri dalam negeri. Tanpa pabrik pengolahan yang siap dan teknologi yang dikuasai sendiri, Indonesia akan kesulitan menghadapi situasi darurat.

Refleksi dari Bencana Sumatera

Pentingnya ketahanan energi dan logistik ini, lanjut Prabowo, tercermin nyata dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat baru-baru ini.

Kerusakan infrastruktur seperti jembatan putus membuat distribusi energi menjadi sangat rumit.

“Bencana di Sumatra, bagaimana repotnya kita mengantar BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, jadi BBM harus kita naikin pesawat, sebagian lewat kapal,” tuturnya.

Meski demikian, Prabowo menyebut musibah ini sekaligus menjadi ujian yang membuktikan kemampuan Indonesia untuk bangkit dengan sumber daya sendiri.

Terkait penanganan terkini di lokasi bencana, Presiden memastikan distribusi BBM dan logistik terus dipercepat.

“Sekarang kapal besar sudah bisa merapat di Sibolga. Listrik sebentar lagi saya kira bisa kita buka semuanya. Ada beberapa desa tadi yang terisolasi, Insyaallah bisa kita tembus,” tutup Prabowo.

Laporan: Judirho | Laporan: Kristoforus

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…