Sita 4 Ton Sabu dan Gulung 42 Jaringan, BNN Berhasil Ungkap 746 Kasus Sepanjang 2025

pranusa.id December 20, 2025

Ilustrasi sabu-sabu. (Istimewa)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menutup tahun 2025 dengan catatan penindakan yang signifikan dalam perang melawan peredaran gelap narkotika.

Sepanjang tahun ini, lembaga antinarkoba tersebut berhasil mengungkap 746 kasus tindak pidana narkotika dan menyita barang bukti sabu dengan jumlah fantastis, yakni lebih dari empat ton.

Kepala BNN, Suyudi Ario Seto, dalam konferensi pers akhir tahun di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025), memaparkan bahwa ratusan kasus tersebut melibatkan 42 jaringan terorganisir.

Rinciannya terdiri atas 33 jaringan berskala nasional dan sembilan jaringan internasional yang beroperasi lintas negara.

Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan total 1.174 orang tersangka. Suyudi menegaskan bahwa capaian ini bukanlah kerja tunggal BNN, melainkan hasil kolaborasi terpadu dengan berbagai lembaga penegak hukum lain, termasuk Interpol.

“Pengungkapan ini tidak dilakukan sendiri. BNN bekerja secara kolaboratif dan terpadu. Melalui kerja sama tersebut, kami juga berhasil menangkap 16 orang yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” ujar Suyudi.

Jaringan Fredy Pratama Masih Diburu

Salah satu sorotan utama dalam operasi tahun ini adalah penangkapan Dewi Astutik. Tersangka diketahui merupakan bagian dari jaringan gembong narkoba kelas kakap, Fredy Pratama.

Penangkapan Dewi berkaitan erat dengan kasus penyelundupan sabu seberat dua ton yang terungkap di Kamboja pada 1 Desember 2025 lalu.

Selain memburu para tersangka, BNN juga berhasil mengamankan berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar.

Selain empat ton sabu, BNN menyita lebih dari dua ton ganja kering, 142 kilogram ekstasi (ratusan ribu butir), hampir lima kilogram kokain, serta dua kilogram ganja sintetis.

Musnahkan 110 Ton Ganja di Ladang

Upaya pemberantasan yang dilakukan BNN tidak hanya berhenti pada penangkapan kurir dan bandar, tetapi juga menyasar hulu produksi melalui strategi hard approach.

Sepanjang 2025, tim BNN bergerak memusnahkan ladang-ladang ganja yang tersebar di sejumlah wilayah rawan.

Suyudi merinci, total luas ladang ganja yang berhasil dieradikasi mencapai 127.800 meter persegi dengan jumlah tanaman sekitar 224.500 batang.

Jika dikonversi ke dalam berat basah, total tanaman ganja yang dimusnahkan di lokasi mencapai hampir 110 ton.

Menutup keterangannya, Suyudi menegaskan komitmen BNN untuk terus memperkuat sinergi nasional dan internasional pada tahun mendatang, mengingat ancaman sindikat narkoba yang terus berkembang dan beradaptasi.

Laporan: Judirho | Editor: Kristoforus

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Anggaran Terbatas, Pemprov Sulsel Kaji Opsi Rumahkan 1.500 PPPK demi Tekan Belanja Pegawai
MAKASSAR, PRANUSA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sedang mempertimbangkan opsi…
Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah, BGN Bekukan Operasional SPPG di Nabire
NABIRE, PRANUSA.ID – Badan Gizi Nasional secara resmi menangguhkan operasional…
Pembatasan Medsos Anak Mulai Berlaku, Menkomdigi Ancam Blokir Platform Digital yang Tak Patuh
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan tidak akan memberikan…
Gubernur Pramono Anung Sebut Transjakarta Beri Kontribusi Ekonomi Rp73,8 Triliun bagi DKI
JAKARTA, PRANUSA.ID – Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa keberadaan…
Patuhi PP Perlindungan Anak, TikTok Batasi Pengguna Akun di Bawah 16 Tahun
JAKARTA, PRANUSA.ID – Platform media sosial TikTok mengonfirmasi rencana penyesuaian…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40