
JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali memberikan analisis tajam terkait kondisi kesehatan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikabarkan menurun belakangan ini.
Menurut Rocky, sakit yang dialami oleh Jokowi bukanlah sekadar persoalan fisik semata, melainkan manifestasi dari beban pikiran yang terlalu berat akibat ambisi politik.
“Tubuh itu bereaksi terhadap pikiran. Kalau pikiran masih penuh dengan ambisi kekuasaan tapi realitasnya sudah tidak menjabat, maka tubuh yang akan menanggung bebannya,” ujar Rocky, dikutip dari RMOL, Kamis (19/2/2026).
Ia menilai bahwa seorang pemimpin yang baru saja melepaskan jabatan sering kali mengalami post-power syndrome atau kekagetan budaya pasca-kekuasaan yang berdampak pada kesehatan.
Ambisi-ambisi politik yang masih tersisa namun tidak lagi memiliki wadah penyaluran yang sah, menurut Rocky, pada akhirnya akan berdampak negatif pada imunitas tubuh.
“Jadi sakit itu sinyal bahwa ada ketidaksinkronan antara keinginan dan kenyataan. Ambisi yang terlalu banyak itu akhirnya memakan kesehatan sendiri,” tambahnya.
Rocky berpendapat bahwa kondisi fisik Jokowi yang terlihat menurun merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan psikologis dari keinginan untuk terus berpengaruh di panggung politik.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar Jokowi mulai melepaskan beban-beban politik tersebut dan menikmati masa pensiun dengan lebih tenang demi pemulihan kesehatannya.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya