
JAKARTA – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan penegasan kuat mengenai soliditas kepemimpinan di tubuh partainya.
Dalam acara Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat yang digelar Senin malam, SBY menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di partai berlambang bintang mercy tersebut.
“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” tegas SBY di hadapan para kader.
SBY hadir untuk menyampaikan pidato mewakili Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang berhalangan hadir.
Absennya AHY bukan tanpa alasan; ia tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur.
Bagi SBY, prioritas AHY tersebut merupakan cerminan sikap politik yang matang, di mana kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan golongan.
“Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai. Oleh karena itu, saya mendapat tugas dari panitia untuk menyampaikan sambutan ini mewakili Mas AHY. Tiada rotan, akar pun berguna,” ujarnya dengan nada merendah.
Pesan Persatuan dan Dukungan untuk Pemerintahan Prabowo
Dalam pidatonya, Presiden ke-6 RI ini juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan nasional serta merawat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama bangsa.
Ia menginstruksikan seluruh kader Demokrat untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan saat ini agar dapat menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi Indonesia.
“Mari kita melanjutkan pengabdian kita untuk negeri yang sama-sama kita cintai ini. Demokrat bersama Presiden Prabowo harus menjadi bagian dari solusi, bagian dari progres,” pesan SBY.
Meski tidak hadir secara fisik, AHY sempat menyapa para kader melalui tayangan video. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendoakan para korban bencana alam yang baru-baru ini melanda wilayah Sumatera.
“Mari bersatu dalam misi kemanusiaan ini agar mereka segera bangkit dan pulih dari kehancuran dan keterpurukan,” tutur AHY.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya