Hadiri Cap Go Meh Singkawang, Menko AHY Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tak Hanya Terpusat di Kota Besar

pranusa.id March 3, 2026

FOTO: AHY saat menghadiri Cap Go Meh Singkawang 2026. (Dok. Judirho).

SINGKAWANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal pemerataan infrastruktur daerah.

Penegasan strategis tersebut disampaikannya secara langsung saat menghadiri perayaan puncak Festival Cap Go Meh 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada Selasa (3/3/2026).

Dalam kunjungan kerjanya, AHY menekankan bahwa arah kebijakan pembangunan nasional saat ini tidak boleh lagi hanya terpusat dan dinikmati oleh masyarakat di kota-kota besar.

Pemerintah menargetkan agar hasil pembangunan fisik maupun penguatan sumber daya manusia (SDM) dapat tersebar secara adil hingga ke pelosok daerah, termasuk di Kalimantan Barat.

“Kita ingin memastikan pembangunan itu dirasakan masyarakat. Jalan harus baik, jembatan harus kuat, akses air bersih tersedia, begitu juga fasilitas pendidikan dan kesehatan,” ujar AHY memaparkan targetnya.

Menko AHY meyakini bahwa pemerataan infrastruktur dasar merupakan fondasi paling krusial untuk memperkuat basis pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mengangkat taraf hidup warga setempat.

“Kalau konektivitas baik, distribusi barang lancar, biaya logistik turun, maka ekonomi daerah bisa tumbuh. Itu yang sedang kita kawal bersama,” katanya.

Selain urusan rantai pasok logistik, AHY juga menyinggung betapa pentingnya pembangunan kewilayahan yang berimbang guna meredam dampak gejolak global terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“Dunia sedang menghadapi berbagai tantangan. Dampaknya bisa kita rasakan, termasuk pada sektor ekonomi,” ungkap tokoh nasional tersebut.

“Karena itu, kita harus memperkuat daya tahan dari dalam, salah satunya melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM,” jelasnya memaparkan strategi mitigasi dari pemerintah.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, AHY menilai provinsi ini memiliki potensi kekayaan alam, sektor pariwisata, dan keragaman budaya yang luar biasa besar sebagai daya ungkit kemajuan.

“Singkawang menunjukkan bahwa harmoni sosial bisa berjalan berdampingan dengan pembangunan. Ini modal besar,” puji AHY atas kondisi sosiokultural kota yang kental akan nilai toleransi tersebut.

“Tinggal bagaimana kita dorong agar potensi ini terkelola dengan baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai penutup, AHY menjamin bahwa kementeriannya akan terus menjalin sinergi erat dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proyek strategis selesai sesuai target.

“Kita akan kawal terus progresnya. Pembangunan bukan sekadar angka atau laporan, tetapi harus punya dampak langsung yang bisa dirasakan masyarakat,” tegas AHY.

Laporan: Judirho | Editor: Kristoforus

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…