Berkat Sutarmidji, Kalbar Peringkat 1 Realisasi Pendapatan APBD se-Indonesia

pranusa.id August 30, 2022

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. (TRIBUN)

PRANUSA.ID — Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menduduki peringkat pertama realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Se-Indonesia TA 2022.

Realisasi pendapatan tersebut mencapai angka 67,62 persen, disusul Provinsi Jawa Timur dengan realisasi 65,84 persen, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan realisasi sebesar 65,33 persen.

Hal itu diketahui berdasarkan rilis data yang dikeluarkan oleh Ditjen Bina Keuangan Daerah per 27 Agustus, berdasarkan laporan dari 29 Pemprov yang menyampaikan LRA sampai Juli 2022.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalbar, Bari mengatakan bahwa kedudukan Provinsi Kalbar pada peringkat pertama dalam realisasi pendapatan secara nasional tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang terus menggenjot realisasi pendapatan.

“Setelah kita mencapai realisasi pendapatan di 67,62 persen dan PAD di 78,90 serta pajak daerah 73,01 persen. Hal ini semua tentu tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalbar Sutarmidji kepada kami di Bapenda untuk terus meningkatkan realisasi pendapatan,” kata Bari dalam keterangannya, Selasa (30/8/2022).

Bari menerangkan, Bapenda Kalbar akan terus berupaya meningkatkan realisasi pendapatan APBD dari capaian saat ini.

Ia juga berharap agar target seluruh jenis pajak daerah Kalbar dapat segera tercapai.

“Kami berharap sampai akhir tahun ini semua dana transfer dapat terealisasi sesuai target yang ditetapkan,” tuturnya.

Di sisi lain, dengan pencapaian Kalbar saat ini, Sutarmidji optimis bahwa pendapatan per akhir September Provinsi Kalbar sudah bisa mencapai angka 90 persen.

“Untuk belanja yang lalu masih zona merah, sekarang sudah zona hijau. Belanja ini yang mau kita dorong agar lebih cepat, saya yakin kita bisa,” kata Sutarmidji kepada wartawan, Selasa (30/8).

Sutarmidji menambahkan, dari segi Belanja APBD, Provinsi Kalbar masih diangka 44 persen. “Sebetulnya sudah bisa masuk 46 atau 47 persen dan akhir September kita sudah diatas 60 persen,” ungkap dia.

Sutarmidji berharap capaian pendapatan Provinsi Kalbar saat ini bisa bertahan pada posisi peringkat pertama se-Indonesia.

“Kalau pendapatan dalam bulan ini kita masih bisa bertahan di zona hijau, mudah-mudahan tetap (ranking) pertama,” harapnya. (*)

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Temukan Banyak Masalah, Mahasiswa Kalbar Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
PONTIANAK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam koordinasi BEM se-Kalimantan…
Amankan Pasokan Lebaran, Pemkab Kubu Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji dan Sembako di Sungai Kupah
KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya, Kalimantan Barat,…
Kapasitasnya di Sidang Ijazah Jokowi Dipertanyakan, dr Tifa Sebut Dirinya Sudah Sekelas Plato
SURAKARTA – Sidang gugatan warga negara (citizen lawsuit) terkait keabsahan…
Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen, Pemprov NTT Terancam Tak Bisa Gaji 9.000 PPPK
KUPANG – Nasib sekitar 9.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja…
Prabowo dan Raja Abdullah II Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara untuk Palestina
AMMAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Raja Yordania,…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40