Kapolda Kalbar Himbau Jurnalis Ikut Ciptakan Suasana Pemilu yang Aman

pranusa.id July 20, 2023

Ilustrasi pilkada pemilu: (Medcom.id/Mohamad Rizal)

(Sumber: Antara)

PRANUSA.ID– Kapolda Kalimantan Barat(Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto mengajak media dan  jurnalis yang ada di provinsi itu untuk menciptakan Pemilu 2024 yang aman, bermartabat dan sehat.

“Pers atau jurnalis sebagai pemberi informasi kepada masyarakat berperan penting dalam mendukung Pemilu 2024 yang aman. Mari gunakan kemampuan dan energi yang dimiliki teman media untuk menjaga kualitas demokrasi dan menyejukkan situasi Pemilu,” kata Pipit Rismanto pada kegiatan Silaturahim Kamtibmas Polda Kalbar di Pontianak, Kamis.

Dalam silaturahim  mengusung tema Dengan semangat Presisi Polda Kalbar bersama awak media mewujudkan Pemilu 2024 damai menuju Indonesia Maju tersebut, Kapolda Kalbar mengajak komitmen bersama dari media dan jurnalis Kalbar untuk mewujudkan Pemilu yang aman, bermartabat dan sehat.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar mengatakan dalam demokrasi terdiri dari empat pilar, dimana media turut memegang peranan sebagai pilar keempat.

“Sengaja kita undang teman teman media, sebagai wujud apresiasi atas perannya dalam pemberitaan dan turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalbar,” tuturnya.

Dia melanjutkan, terkait Pemilu 2024 dan Pilkada Serentak di Kalbar, dirinya memiliki harapan besar agar dapat terlaksana dengan aman, bermartabat dan sehat.

“Saya juga mengajak seluruh hadirin agar tidak pernah bosan dan berhenti untuk mengajak kawan-kawan media menangkal pemberitaan hoax yang akan semakin marak menjelang Pemilu serta ikut memberikan informasi menyejukkan bagi masyarakat, agar tercipta Kamtibmas yang aman,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Kalbar, Gusti Yusri mewakili seluruh jurnalis dan media yang ada, untuk memikirkan dampak dari berita atau informasi yang dimuat.

Terkait pelaksanaan Pemilu 2024, dirinya mengajak  jurnalis  membuat berita yang menyejukkan masyarakat. Ia menegaskan, sejuk bukan berarti menghilangkan sisi kritis dalam pemberitaan.

“Dalam perhelatan Pemilu, para tokoh masyarakat, agama memberikan pencerahan dan kita tentu berharap adanya berita yang sejuk, dan bukan berarti tidak kritis,” katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Hari Pertama MPLS, SMAN 1 Rasau Jaya Beri Edukasi Digital untuk Siswa Baru
RASAU JAYA, PRANUSA.ID — Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan…
Puan Maharani Ungkap DPR Diserang Hoaks: Kutipan Palsu hingga Narasi Penolakan RUU Perampasan Aset
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua DPR RI, Puan Maharani, secara terbuka…
Selebrasi Juara atau Panggung Politik? Kehadiran Trump di Final Piala Dunia Tuai Perdebatan
AMERIKA SERIKAT, PRANUSA.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi…
Tuai Kecaman, Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Insan Pers
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan…
Eks Jampidsus Febrie Belum Ditahan, Pakar: Ciptakan Kesan Tebang Pilih
JAKARTA, PRANUSA.ID — Keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang belum melakukan…