
SINTANG, PRANUSA.ID – Akses jalan tanah merah yang rusak parah dan berlumpur di Desa SP3 Bedayan, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, mendadak viral di jagat maya usai dikeluhkan oleh warga setempat.
“Seingat aku, dari aku lahir sampai usia 32 tahun, nggak ada namanya jalan itu beraspal,” kata pemilik akun Instagram @elisabetmurniw di dalam videonya.
Rekaman visual tersebut memperlihatkan kondisi infrastruktur yang sangat licin hingga membuat sejumlah kendaraan kerap terjebak lumpur dan terpaksa ditarik secara gotong royong.
“Dan lagi, kami hanya menagih janji yang sudah berpuluh-puluh tahun sampai sekarang nggak diperbaiki, apa nggak malu kalian?” ucapnya.
Keluhan mengenai lambannya penanganan dari pemerintah daerah tersebut bahkan turut menyeret nama sejumlah tokoh publik seperti Dedi Mulyadi hingga Sherly Tjoanda agar bersedia memberikan atensi.
“Viral terus sampai bagus, pokoknya akan terus ku viralkan jalan di SP3 Bedayan,” tegasnya.
Di tengah jeritan warga yang terpaksa memasang lintasan papan kayu secara mandiri tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, justru mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyoroti keterbatasan anggaran infrastruktur daerah.
“Dengan posisi seperti itu, malaikat pun yang menjadi Gubernur Kalimantan Barat tidak akan mampu maksimal membangun infrastruktur,” ujar Krisantus.
Menyikapi gelombang kritik publik yang kian memanas, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen, langsung meluruskan bahwa perbaikan jalan di Sepauk sepenuhnya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang.
Iskandar turut membeberkan fakta bahwa pihak pemerintah provinsi sejatinya telah mengalokasikan bantuan dana segar sebesar Rp39 miliar kepada Pemkab Sintang pada Februari 2026 khusus untuk penanganan infrastruktur jalan.
Laporan: Judirho | Editor: Arya