Wagub Krisantus Targetkan Kalbar Mandiri Pangan Tanpa Pasokan Luar

pranusa.id January 9, 2026

FOTO: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

MEMPAWAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat menegaskan target ambisiusnya untuk mencapai kemandirian pangan mutlak, di mana kebutuhan beras masyarakat setempat dapat dipenuhi sepenuhnya oleh produksi petani lokal tanpa bergantung pada pasokan dari luar provinsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, saat menghadiri Panen Raya Padi di Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak bersamaan dengan pengumuman Presiden Prabowo Subianto terkait pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025.

Krisantus menilai Kabupaten Mempawah memiliki potensi luar biasa sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalbar, berkat ketersediaan lahan persawahan yang luas dan produktif.

“Tadi saya sempat berdialog dengan Ibu Bupati, dan memang Kabupaten Mempawah ini memiliki lahan sawah yang cukup luas. Ini menjadi modal penting bagi kita untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar Krisantus di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Krisantus menekankan bahwa target Pemprov Kalbar bukan sekadar angka statistik, melainkan kemampuan riil daerah untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam hal penyediaan pangan pokok.

“Artinya kita mampu memproduksi padi secara mandiri untuk kebutuhan Kalimantan Barat. Ini menjadi target bersama pemerintah provinsi,” tegasnya.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Pemprov Kalbar kini tengah menggenjot sejumlah program strategis, antara lain Optimalisasi Lahan (Oplah), Gerakan Tanam Padi Serentak, serta peningkatan dukungan infrastruktur pengairan yang bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I.

Krisantus juga menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah, yang dinilai memberikan kepastian ekonomi bagi para petani untuk terus berproduksi.

“Dengan harga gabah yang sudah ditetapkan pemerintah, petani memiliki jaminan ekonomi. Apalagi jika sawah bisa panen hingga empat kali setahun, tentu nilainya sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Kristoforus

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji 2024
JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan dua orang…
Rusia Kecam Keras Penyitaan Tanker Marinera oleh AS di Laut Lepas
MOSKOW – Hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) kembali…
Klaim Efisiensi Ketat, Belanja Kementerian/Lembaga Justru Tembus 129 Persen
JAKARTA – Meskipun pemerintah telah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang…
Lampaui Target Emas SEA Games 2025, Pemerintah Guyur Bonus Atlet Rp465 Miliar
JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia resmi mencairkan bonus dengan total…
Hujan Lebat Picu Banjir di Empat Kecamatan Melawi, 1.027 KK Terdampak
MELAWI – Intensitas hujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (8/1/2026)…