Bantah Indonesia Alami Resesi, Menkeu Purbaya Pastikan Daya Beli Masyarakat Membaik

pranusa.id March 14, 2026

FOTO: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak berada di jalur resesi.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menanggapi pandangan sejumlah kalangan yang menyebut perekonomian nasional sedang menuju fase pelemahan.

Penjelasan mengenai kondisi ekonomi Indonesia itu disampaikan secara langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Dalam forum tersebut, ia memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang justru menunjukkan tren penguatan pertumbuhan.

Menurut Purbaya, salah satu indikator penting yang menunjukkan kinerja positif ekonomi Indonesia adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang mencapai angka 53,8 pada Februari 2026.

Nilai tersebut tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Angka PMI di atas 50 secara langsung menunjukkan bahwa sektor manufaktur sedang berada dalam fase ekspansi, yang menandakan aktivitas produksi industri mengalami peningkatan.

“Katanya kita sudah resesi. Ekonom, ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya. Padahal kalau kita lihat dari tadi PMI naik ke level yang tinggi, terus kita lihat Mandiri MSI, Mandiri index, itu sekarang di 360,7 dan kita lihat trennya naik ke atas,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan bahwa data PMI manufaktur tersebut mencerminkan sisi produksi atau suplai dalam perekonomian nasional yang terus tumbuh.

Kondisi tersebut juga dinilai menjadi konfirmasi valid dari lembaga di luar pemerintah bahwa aktivitas ekonomi Indonesia saat ini sedang meningkat.

Selain indikator produksi, beberapa indikator lain juga menunjukkan kinerja ekonomi yang positif.

Purbaya menyebut penjualan mobil pada Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 12,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kinerja konsumsi domestik juga terlihat membaik dari pertumbuhan penjualan ritel yang mencapai 6,9 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi indikasi bahwa permintaan masyarakat terhadap berbagai produk masih tetap kuat.

Menkeu menambahkan bahwa optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi juga tercermin dengan jelas dari indeks kepercayaan konsumen yang kokoh berada di level 125,2.

Angka tersebut dinilai cukup tinggi dan menunjukkan besarnya keyakinan masyarakat terhadap stabilitas kondisi ekonomi nasional.

“Banyak orang bilang katanya daya beli masyarakat terpukul. Ya, kalau yang lagi susah ya susah tetap, tapi kan kita melihat keadaan umum. Keadaan umum ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi, memang daya beli masyarakat membaik,” jelasnya.

Dengan bersandar pada sejumlah indikator tersebut, pemerintah menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia secara makro masih berada dalam fase pertumbuhan yang solid dan sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan menuju resesi ekonomi.

Laporan: Hendri | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Damri Pontianak Siapkan 64 Armada untuk 20 Rute Perjalanan
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Perum Damri Cabang Pontianak menyatakan kesiapan penuh…
Yusril Desak Polri Usut Tuntas Aktor Intelektual Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan…
KPK Tahan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Korupsi Kuota Haji, Sita Aset Hingga Rp100 Miliar
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset senilai…
Maafkan Rismon Sianipar, Soal ‘Restorative Justice’ Jokowi Serahkan ke Kuasa Hukum
SOLO – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya buka…
Prabowo Kritik Pengamat yang Dinilai Kerap Melontarkan Pandangan Pesimistis Tentang Pemerintah
JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti sikap sebagian…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40