Prabowo Kritik Pengamat yang Dinilai Kerap Melontarkan Pandangan Pesimistis Tentang Pemerintah

pranusa.id March 14, 2026

FOTO: Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti sikap sebagian pengamat politik yang dinilai kerap melontarkan pandangan pesimistis terhadap kinerja pemerintah sehingga berpotensi menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).

Dalam forum strategis pemerintahan itu, Kepala Negara menilai ada kalangan pengamat yang justru tidak menginginkan keberhasilan pemerintah karena berbagai kepentingan tertentu.

Menurut Prabowo, kritik merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi, namun sikap yang cenderung menebarkan kekhawatiran dinilai tidak mencerminkan semangat kebangsaan.

“Pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu ya, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa kompetisi politik memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokrasi, mulai dari pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden yang berlangsung setiap lima tahun.

Namun setelah seluruh proses kontestasi politik selesai, seluruh elemen bangsa diharapkan kembali bersatu demi menjaga stabilitas negara dan memperkuat fondasi pembangunan nasional.

“Pengamat-pengamat menurut saya, ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa, karena kita satu negara, ini kan satu kapal kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki berbagai sumber data serta dukungan intelijen untuk memantau dinamika opini publik yang berkembang di masyarakat.

Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada praktik yang dapat merugikan negara, termasuk upaya memengaruhi persepsi publik secara negatif maupun tindakan korupsi yang merusak tata kelola pemerintahan.

Di tengah tantangan global yang terus berkembang dan kemungkinan tekanan ekonomi internasional, Presiden tetap menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk bertahan bahkan tumbuh lebih kuat.

Optimisme tersebut didasarkan pada pengalaman Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis besar di masa lalu yang mampu dilalui melalui pengelolaan sumber daya nasional secara tepat.

“Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis yang besar. Saya yakin kita akan tambah kuat,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tanggapi Manuver PDIP, AHY Sebut Kehadiran Partai Oposisi Sebagai Sebuah Keniscayaan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono…
Tanggapi Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Wapres Gibran Minta Publik Hormati Proses Hukum
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi penahanan…
Menko Zulkifli Hasan Sebut Program MBG untuk Sekolah Elite Akan Disetop
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan…
Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026
SURAKARTA, PRANUSA.ID – Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe…
Menkeu Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Capai 5,61 Persen, Kalahkan Negara G20 dan ASEAN
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa…