Bapanas Proyeksikan Ketersediaan Beras Nasional Capai 47,1 Juta Ton pada 2026

pranusa.id March 12, 2026

FOTO: Beras (Sumber Detik.com)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memproyeksikan total ketersediaan beras nasional akan menembus angka sekitar 47,1 juta ton sepanjang tahun 2026. Jumlah masif tersebut dinilai lebih dari cukup untuk mengakomodasi kebutuhan konsumsi seluruh masyarakat Indonesia selama satu tahun penuh.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, menegaskan bahwa kondisi pasokan pangan nasional saat ini berada dalam tingkat yang sangat aman dan terkendali.

“Ketersediaan pangan nasional dipastikan dalam kondisi kuat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun,” terangnya di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Beras per 5 Maret 2026, Rachmi meyakini angka 47,1 juta ton tersebut mampu menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat yang trennya relatif stabil setiap bulan.

“Kebutuhan beras per bulan masyarakat Indonesia relatif stabil di angka 2,5 juta ton. Jadi untuk beras, Indonesia sudah surplus dan kita kuat,” ujarnya.

Secara rinci, proyeksi ketersediaan beras nasional sebesar 47,1 juta ton tersebut bersumber dari kalkulasi berikut:

  • Stok awal tahun: 12,4 juta ton

  • Proyeksi produksi 2026: 34,7 juta ton

  • Kebutuhan konsumsi nasional: 31,1 juta ton

  • Proyeksi stok akhir tahun: 16,0 juta ton

Dengan rincian hitungan tersebut, Indonesia diproyeksikan masih akan memiliki surplus stok akhir tahun sekitar 16 juta ton, yang secara langsung akan semakin mengokohkan ketahanan pangan nasional.

Selain beras, Bapanas juga mencatat kondisi surplus pada sejumlah komoditas pangan esensial lainnya, seperti telur dan daging ayam. Namun, untuk beberapa komoditas yang memang defisit, pemerintah tetap memberlakukan pengaturan pasokan melalui keran impor yang telah dikalkulasi matang sejak awal tahun.

“Kalau ada komoditas yang memang membutuhkan tambahan dari luar, misalnya bawang putih, maka itu sudah sejak awal diperkirakan,” paparnya.

Pemerintah secara detail menghitung kebutuhan dan mengatur jadwal kedatangan komoditas impor agar ketersediaan di pasar tetap terjaga dan gejolak harga di dalam negeri dapat dihindari.

Secara terpisah, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa sektor pangan memang menjadi salah satu fokus utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Bapak Presiden dari awal sudah sangat menekankan pentingnya soal swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai inisiatif penguatan ketahanan pangan yang dieksekusi oleh pemerintah saat ini merupakan wujud strategi antisipatif dalam menghadapi potensi krisis global.

“Tanpa pangan, tidak ada negara,” tegasnya.

Pernyataan senada juga disuarakan oleh Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Ia menjamin bahwa kondisi lumbung pangan nasional berada dalam status yang sangat aman dari ancaman krisis.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Akui Keliru Analisis Data, Rismon Minta Maaf ke Jokowi Soal Tudingan Ijazah Palsu
JAKARTA – Pakar forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, secara resmi…
Audiensi dengan PMKRI, Kapolres Ende Tegaskan Komitmen Melawan Korupsi
ENDE – Kepolisian Resor (Polres) Ende menegaskan komitmen dan keseriusannya dalam…
Tolak Penggusuran UMKM Ndao, Dua Organisasi Mahasiswa dan Pedagang Ancam Tutup Total Akses Jalan
ENDE – Aliansi yang tergabung dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Tak Perlu ‘Panic Buying’, Pemkot dan Polresta Pontianak Jamin Stok BBM Aman Selama Ramadan
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama aparat kepolisian dan…
KPK Ungkap Bupati Rejang Lebong Terima Suap Proyek Rp980 Juta Selama Ramadhan
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penerimaan…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40