Di Tengah Ketidakpastian Global, Pembiayaan Baru Adira Finance Tumbuh 18 Persen pada Semester I 2026

pranusa.id August 3, 2026

FOTO: Adira

JAKARTA, PRANUSA.ID — Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat konflik di Timur Tengah serta kenaikan suku bunga Bank Indonesia, industri otomotif nasional tetap mencatatkan kinerja penjualan yang positif sepanjang semester I 2026.

Penjualan ritel sepeda motor baru tercatat tumbuh sebesar 10% menjadi 3,3 juta unit, sementara penjualan ritel mobil baru meningkat 11% menjadi 434 ribu unit.

Sejalan dengan tren positif tersebut, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan pertumbuhan pembiayaan baru yang solid sebesar 18% secara tahunan (yoy) menjadi Rp23,1 triliun pada paruh pertama tahun 2026.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut terjadi secara merata di seluruh segmen, baik pada sektor otomotif maupun non-otomotif.

Peningkatan penyaluran pembiayaan turut mendongkrak piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan sebesar 7% (yoy) menjadi Rp64,9 triliun.

Untuk mengoptimalkan layanan, Adira Finance saat ini mengandalkan jaringan operasional yang luas mencakup 844 kantor cabang dan satelit guna melayani 2,6 juta konsumen di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan melalui penyaluran pembiayaan yang selektif.

“Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat,” ungkap Dewa Made Susila.

Dari sisi kinerja keuangan, total pendapatan perusahaan meningkat 9% secara tahunan (yoy) menjadi Rp6,5 triliun yang ditopang oleh kenaikan rata-rata aset yang dikelola.

Efisiensi biaya juga tercermin dari penurunan beban pendanaan sebesar 6% serta penurunan beban penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 13% menjadi Rp1,16 triliun.

Secara keseluruhan, laba bersih Adira Finance melesat signifikan sebesar 37% secara tahunan (yoy) hingga mencapai Rp1,1 triliun pada semester I 2026.

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menjelaskan bahwa pencapaian laba bersih tersebut didorong oleh kinerja bisnis yang solid serta disiplin dalam pengelolaan biaya operasional.

“Ke depan, perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas,” pungkas Gani.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pria Penendang Wanita di Mall Senayan City Ditangkap, Polisi Pastikan Pelaku Bebas Alkohol
JAKARTA, PRANUSA.ID — Polda Metro Jaya masih terus mendalami motif…
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Tudingan Pemerasan dan Kepemilikan 38 Aset
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana…
Kabupaten Ende Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Anggota DPRD Syukri Abdullah Sampaikan Apresiasi untuk Bupati Yosef
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende sekaligus Ketua Fraksi…
Pembahasan RUU Pemilu Memanas, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Usul Ambang Batas Parlemen 5 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengakui…
Tokoh Muda Sebut Kedatangan Jokowi Membawa Harapan Baru Bagi Warga Palue
SIKKA, PRANUSA.ID — Tokoh muda asal Palue sekaligus advokat di…