
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengakui adanya dinamika perbedaan pandangan antarpartai politik terkait penentuan besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.
Meski muncul beragam usulan dari lintas partai, Golkar menilai angka 5 persen sebagai besaran yang paling moderat dan ideal untuk diterapkan pada pemilu mendatang.
“Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga, tapi mungkin angka ideal itu 5, cocok lah,” kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Saat didesak mengenai detail pertemuan antarketua umum partai koalisi pemerintah yang membahas isu tersebut, Bahlil enggan merinci dan memilih menyapa awak media secara singkat.
“Cukup ya. Nanti lagi ya,” ujar Bahlil sambil melambaikan tangan dan berlalu meninggalkan lokasi.
Laporan: Severinus | Editor: Michael