Harga CPO Naik 3% Jelang Imlek

pranusa.id January 20, 2023

Ilustrasi: CPO

PRANUSA.ID — Harga minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) terus merangkak naik. Harga CPO di Bursa Malaysia Exchange menguat tipis di sesi awal perdagangan Jumat (20/1/2023).

Pada pukul 08: 30 WIB, harga CPO pada sesi awal perdagangan merangkak naik 0,08% ke MYR 3.892 /ton. Harga tersebut adalah yang tertinggi dalam sepekan terakhir.

Penguatan pagi ini memperpanjang tren positif harga CPO.

Pada perdagangan Kamis (19/1/2023), harga CPO ditutup di posisi MYR 3.889 per ton. Harganya menguat 0,57%. Dalam tiga hari terakhir, harga CPO sudah menguat 2,56%.

Kenaikan harga CPO ditopang peningkatan pemesanan menjelang libur panjang, menguatnya harga minyak nabati global, serta sikap tegas Malaysia terhadap Uni Eropa.

Bursa keuangan Malaysia akan tutup pada 23-24 Januari 2023 karena ada libur panjang Tahun Baru atau Imlek. Sebelum libur panjang, trader akan memastikan keamanan pasokan.

Harga CPO juga merangkak naik karena menguatnya minyak nabati lain. Kontrak minyak kedelai naik 1,3% sementara canola naik 0,8%.

Harga CPO dan minyak nabati lainnya saling bersaing sehingga akan saling mempengaruhi.

Harga minyak sawit juga menguat setelah Menteri Komoditas Malaysia Datuk Seri Fadillah Yusof menegaskan komitmennya untuk melawan Uni Eropa.

Fadillah mengatakan dirinya bersama pejabat Indonesia bulan depan akan mengunjungi Uni Eropa untuk meminta kejelasan Uni Eropa.

Seperti diketahui, pekan lalu, Malaysia mengancam akan menghentikan ekspor CPO ke Uni Eropa (UE) sebagai bentuk protes diskriminasi kawasan tersebut terhadap komoditas CPO.

Undang-Undang (UU) Uni Eropa yang baru akan mengatur pembelian/penjualan CPO secara ketat sebagai upaya untuk melindungi hutan.

“Bersama Indonesia, kami akan membentuk misi bersama ke Eropa dan seluruh dunia untuk menyelesaikan banyaknya persepsi negatif tentang CPO,” tutur Fadillah, dikutip dari The Edge Markets.

Dari Indonesia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menerbitkan harga acuan bursa komoditi sawit sebelum Juni 2023.

Harga acuan tersebut diharapkan bisa membuat pasar CPO lokal tidak lagi berpatok kepada harga bursa Malaysia.

Kendati menguat, harga CPO pada tahun ini diperkirakan melemah. Terbaru, polling Reuters dari 18 analis menunjukkan harga CPO akan berada di kisaran MYR 3.800 per ton pada tahun ini.

Harganya jauh lebih rendah dibandingkan pada rata-rata tahun lalu yang berada di angka MYR 4.910 per ton.

CNBC INDONESIA

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Elpiji, Bahlil: Selesai Masak, Kompornya Jangan Boros
KARANGANYAR, PRANUSA.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Pertamina Pastikan Distribusi BBM di Pontianak dan Kubu Raya Berangsur Normal
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyatakan bahwa…
Eks Penyidik KPK Praswad Nilai Tahanan Rumah Yaqut Ciptakan Preseden Buruk
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bernama Praswad…
Konflik Timur Tengah Picu Kepanikan, Pemerintah India Jamin Stok BBM Domestik Aman
NEW DELHI, PRANUSA.ID – Otoritas India memberikan jaminan ketersediaan bahan…
Dilaporkan MAKI ke Dewas soal Status Penahanan Yaqut, KPK Sampaikan Terima Kasih
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan tanggapan resmi terkait…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40