Harga Pertamax Naik, Sekretariat Kabinet Sebut Masih Lebih Murah Dibanding Negara ASEAN Lainnya

pranusa.id June 14, 2026

FOTO: Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto/BPMI)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax yang diwajibkan mengikuti tren pergerakan minyak dunia.

Kenaikan harga minyak mentah global tersebut didorong oleh eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan negara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

“Pertamax adalah BBM nonsubsidi, artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia”, kata Teddy melalui keterangan tertulis pada hari Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap mempertahankan harga bahan bakar bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat luas.

“Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar, harga BBM subsidi tidak naik”, sambungnya.

Harga varian bersubsidi dipastikan tetap stabil pada angka Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk jenis Solar.

Harga Pertamax sebagai varian nonsubsidi resmi mengalami peningkatan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter terhitung sejak tanggal 10 Juni 2026.

“Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan”, papar Teddy.

Pihaknya turut menekankan bahwa harga jual bahan bakar bernilai oktan 92 di Indonesia masih tergolong jauh lebih murah dibandingkan beberapa negara tetangga.

“Walaupun naik, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibanding BBM RON 92/95 di negara lain”, tegasnya.

Sekretariat Kabinet merilis data komparasi harga BBM jenis RON 92/95 di tingkat regional untuk memberikan konteks yang lebih utuh kepada publik.

Rincian perbandingan harga bahan bakar minyak nonsubsidi di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara tercatat sebagai berikut:

  • Singapura: Rp42.971 per liter

  • Laos: Rp31.945 per liter

  • Thailand: Rp28.910 per liter

  • Myanmar: Rp25.085 per liter

  • Filipina: Rp22.158 per liter

Kebijakan penyesuaian tarif ini dipastikan hanya menyasar sektor BBM nonsubsidi tanpa

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Buka Program Dasa Cita di TTU, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi Tenun NTT
TIMOR TENGAH UTARA, PRANUSA.ID — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)…
Sempat Dipenjara karena Kasus Ijazah Jokowi, Gus Nur Ajukan Gugatan Rp4,2 Miliar ke Negara
SOLO, PRANUSA.ID — Mantan terpidana kasus penyebaran berita bohong dan…
Sebut Pendidikan Gratis Bukan Hal Mustahil, PDIP: Syaratnya Bubarkan MBG dan Kopdes
JAKARTA, PRANUSA.ID — PDI Perjuangan (PDIP) menyambut baik wacana Presiden…
Atasi Kekeringan di Gunungkidul, Pemuda Katolik Komda DIY Salurkan 17 Tangki Air Bersih
GUNUNGKIDUL, PRANUSA.ID — Pemuda Katolik Komda DIY melalui Satgas Pesona…
Gelar Pemutaran Film Dokumenter di Bantul, Aktivis dan Mahasiswa Mengingat Kembali Prahara Agustus 2025
BANTUL, PRANUSA.ID — Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan jaringan masyarakat sipil…