Tak Jadi Stop Ekspor Batu Bara, Luhut: Ya Kan Kita Perlu Uang

pranusa.id January 13, 2022

FOTO: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Reuters/Darren Whiteside)

PRANUSA.ID– Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, resmi kembali membuka pintu ekspor batubara secara bertahap mulai Rabu (12/1/2022) malam.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan, dalam rapat kordinasi lintas kementerian telah diputuskan ada 37 kapal yang telah terisi batubara akan siap berangkat untuk ekspor.

“37 kapal yang sudah diisi dan (penuhi) domestic market obligation (DMO) batubara serta siap ekspor kita rilis malam ini,” tegas Luhut saat dihubungi awak media.

Kendati demikian, Luhut tak merinci 37 kapal tersebut mengangkut batu bara dari perusahaan mana saja. Yang pasti, pemerintah juga bakal mulai membuka ekspor batu bara secara bertahap.

Adapun, perusahaan yang bakal diberikan izin ekspor yakni yang telah memenuhi komitmen DMO-nya. Namun, Luhut menegaskan, langkah ini bukanlah sebagai bentuk inkonsistensi pemerintah.

“Jadi kalau sekarang ada yang bilang kok dibuka ekspor, ya kan kita perlu uang. Dan kita jadi tahu, ternyata negara-negara sekeliling kita ini sangat tergantung pada Indonesia. Jadi enggak boleh main-main,” jelas Luhut.

Luhut juga menyebutkan alasan lain yaitu banyaknya negara di sekeliling Indonesia yang membutuhkan batu bara dan selama ini pasokannya sangat tergantung dari Indonesia.

Bahkan, ungkap Luhut, ada pihak-pihak yang menelepon presiden Joko Widodo dan meminta untuk kembali diberikan izin ekspor batu bara.

“Jadi, orang itu nggak boleh main-main. Jadi, ada beberapa kementerian luar negeri yang menelepon presiden tanya, saya bilang Pak sudah saya mulai malam ini (ekspor batu bara), dan kita mulai rilis,” tutur purnawirawan TNI tersebut.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
AMAN Kalbar: Penanganan Karhutla Jangan Mengorbankan Hak Masyarakat Adat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat…
AJMAN Kalbar: Jangan Jadikan Masyarakat Adat sebagai Kambing Hitam Karhutla
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat…
Organisasi Sayap Partai Hanura Kirim 3,6 Ton Rendang dan 2,5 Ton Obat-obatan untuk Korban Gempa di Maumere
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana gempa…
Hari Kedelapan Pasca-Gempa Guncang NTT, BNPB Catat 53.971 Rumah Warga Rusak di 7 Kabupaten
JAKARTA, PRANUSA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak…
Semarak Kemerdekaan di SMAN 1 Rasau Jaya: Empat Hari Penuh Semangat dan Kreativitas
RASAU JAYA, PRANUSA.ID— Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,…