Joe Biden Jatuhkan Hukuman Baru untuk Rusia

pranusa.id October 3, 2022

FOTO: Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

PRANUSA.ID– Tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin yang memproklamirkan pencaplokan empat wilayah Ukraina pada Jumat (30/9/2022) berujung pada sanksi ekonomi tambahan dari Amerika Serikat.

Sanksi baru itu menargetkan beberapa perusahaan di luar Rusia yang dibentuk tahun ini untuk membantu pemasok militer utama Rusia menghindari sanksi yang telah mereka hadapi.⁠

AS juga memperluas sanksi terhadap pejabat tinggi Kremlin untuk memasukkan istri dan anak-anak mereka yang sudah dewasa.

Selain itu, Presiden AS Joe Biden dengan tajam memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak membuat ancaman apapun terhadap wilayah NATO saat Putin meningkatkan perang negaranya melawan Ukraina.

“Amerika sepenuhnya siap dengan sekutu NATO kami untuk mempertahankan setiap inci wilayah NATO. Setiap inci,” kata Biden di Gedung Putih, dikutip dari CNBC International, Senin (3/10/2022).

“Jadi, Tuan Putin, jangan salah paham dengan apa yang saya katakan. Setiap inci,” kata Biden.

“Amerika dan sekutunya tidak akan pergi, izinkan saya menekankan ini, tidak akan terintimidasi oleh Putin dan kata-kata serta ancamannya yang sembrono,” kata Biden.

Sementara itu, mantan direktur CIA dan pensiunan jenderal militer bintang empat David Petraeus mengatakan AS dan sekutunya akan menghancurkan pasukan dan peralatan Rusia di Ukraina serta menenggelamkan armada Laut Hitamnya jika Putin menggunakan senjata nuklir di negara itu.

Petreaus mengatakan bahwa dia belum berbicara dengan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan tentang kemungkinan tanggapan AS terhadap eskalasi nuklir dari Rusia, yang menurut pejabat pemerintah telah berulang kali dikomunikasikan ke Moskow.

“Hanya untuk memberi Anda hipotesis, kami akan merespons dengan memimpin upaya NATO – kolektif – yang akan mengalahkan setiap kekuatan konvensional Rusia yang dapat kami lihat dan identifikasi di medan perang di Ukraina dan juga di Krimea dan setiap kapal di Laut Hitam,” katanya kepada ABC News sebagaimana dikutip The Guardian.

Peringatan itu muncul beberapa hari setelah Putin menyatakan pandangan yang banyak ditafsirkan sebagai ancaman perang yang lebih besar antara Rusia dan Barat.

Laporan: Jessica C.

Editor: Bagas R

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…