
WASHINGTON, PRANUSA.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kecaman keras terhadap Paus Leo XIV usai pemimpin umat Katolik tersebut mengkritik keras kebijakan luar negeri pemerintahannya.
“Saya tidak ingin ada seorang Paus yang mengkritik presiden Amerika Serikat karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih dengan kemenangan telak,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Perseteruan ini memuncak setelah sang Paus menilai ancaman Washington terhadap Iran sebagai langkah tak wajar, menyusul seruan doa dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang disindirnya sebagai ambisi dominasi yang menyimpang dari ajaran agama.
“Saya tidak ingin seorang Paus berpikir bahwa baik-baik saja jika Iran memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Selain mengenai ketegangan di Timur Tengah, Trump turut menumpahkan kemarahannya terkait sikap Vatikan yang seolah menyudutkan intervensi militer Amerika Serikat di kawasan benua Amerika.
“Saya tidak ingin seorang Paus menganggap Amerika mengerikan karena menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan narkoba besar-besaran ke AS dan yang lebih buruk lagi mengosongkan penjara mereka ke negara kami,” ungkapnya.
Memuncaknya konflik verbal ini diiringi dengan klaim sepihak Trump bahwa eksistensi Paus Leo XIV di Vatikan saat ini tidak akan terjamin jika dirinya tidak menduduki kursi kekuasaan di Gedung Putih.
“Berhentilah menjilat kelompok kiri radikal dan fokus saja menjadi Paus yang hebat, bukan politikus,” pungkasnya.
Laporan: Hendri | Editor: Arya