Selamatkan Rp11,4 Triliun, Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH Hadapi Teror Mafia Hutan

pranusa.id April 13, 2026

FOTO: Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara, Kejaksaan Agung. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi keberhasilan jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan dalam menyelamatkan keuangan negara senilai Rp11,42 triliun sepanjang Januari hingga April 2026 meski harus menghadapi berbagai ancaman nyata di lapangan.

“Saudara-saudara, untuk itu atas nama pemerintah, atas nama negara dan bangsa, atas nama seluruh rakyat Indonesia, dan atas nama saya pribadi, saya ingin ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara yang bekerja dalam Satgas PKH ini, penghargaan saya yang sangat tinggi atas pengorbanan saudara,” ujar Prabowo dalam agenda penyerahan denda administratif di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Kepala Negara menyadari bahwa beratnya tantangan memberantas tindak pidana di wilayah operasional yang sangat luas tersebut sering kali luput dari pemahaman para pejabat di pusat.

“Saudara-saudara, kita paham negara kita sangat luas secara fisik, untuk memeriksa, untuk mengaudit, untuk mengecek di lapangan tidak mudah bagi kita, bagi elite yang ada di Jakarta di ruangan AC tidak bisa bayangkan betapa sulitnya bekerja Satgas PKH ini,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, ia turut mengungkapkan adanya berbagai bentuk teror yang secara langsung menyasar para petugas pemberantas mafia perkebunan dan pertambangan ilegal tersebut.

“Dan saya mengerti saudara-saudara karena seorang Presiden punya banyak mata dan telinga, saya paham banyak anggota Satgas PKH yang diancam, ada juga yang diintimidasi dan sebagainya,” kata Prabowo.

Kendati dihadapkan pada tekanan dari pihak-pihak yang terusik kepentingannya, ia mengingatkan kembali bahwa keteguhan dalam menjaga sumber daya alam negara merupakan esensi murni dari sebuah pengabdian.

“Bekerja di pemerintah adalah pengabdian, bekerja untuk pemerintah di pemerintah adalah pengabdian, berapa ribu kali saya harus tekankan, bekerja di pemerintah adalah pengorbanan dan pengabdian,” jelasnya.

Menyusul akumulasi penyelamatan aset negara yang telah menembus angka Rp371 triliun sejak Februari 2025 tersebut, ia memastikan bahwa laju penegakan hukum tidak akan pernah mundur walau memicu perlawanan balik dari para pelaku kejahatan.

“Semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang, jangan khawatir, jangan khawatir, dia akan menggunakan segala alat, dia akan menggunakan uang yang mereka curi untuk membiayai gerakan-gerakan, tidak gentar kita, rakyat percayalah, rakyat bersama kita, rakyat bangga dengan kalian, rakyat melihat, saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Laporan: Judirho | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tunjangan Fungsional Dosen Tak Naik Selama 19 Tahun, Rektor UGM: Perlu Ada Peninjauan Ulang
JAKARTA, PRANUSA.ID — Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia,…
AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerjasama Nuklir Sipil, Buka Peluang Bisnis Miliaran Dolar
JAKARTA, PRANUSA.ID — Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi menandatangani…
Alasan Sakit, Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi…
Korupsi Anggaran Operasional KBS Rp10,2 Miliar, Mantan Dirut Choirul Anwar Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Kejati Jatim
SURABAYA, PRANUSA.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur secara resmi…
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Siap Benahi Transparansi Tata Kelola Program MBG
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru,…