
GAZA – Eskalasi agresi Israel di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023 terus menelan korban jiwa dalam skala yang sangat besar.
Berdasarkan data terbaru dari otoritas kesehatan setempat yang dikutip oleh Kantor Berita WAFA pada Rabu (31/12/2025), jumlah korban tewas kini telah mencapai angka tragis 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang semakin memprihatinkan. Dalam 48 jam terakhir saja, rumah sakit di Gaza menerima tambahan tiga korban tewas, yang terdiri dari jasad yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan.
Namun, pihak medis memperingatkan bahwa angka asli kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak korban yang hingga kini masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan atau tergeletak di jalanan yang tidak terjangkau oleh tim penolong.
Keterbatasan akses bagi tim ambulans dan pertahanan sipil menjadi kendala utama dalam upaya evakuasi. Meskipun kesepakatan gencatan senjata sempat diberlakukan sejak 11 Oktober, kekerasan yang terjadi selama periode tersebut tetap memakan korban jiwa.
Tercatat sedikitnya 415 warga Palestina tewas dan lebih dari seribu lainnya terluka selama masa gencatan senjata tersebut.
Selain akibat serangan langsung, faktor alam juga memperburuk krisis. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini dilaporkan mengakibatkan bangunan yang sudah rapuh menjadi runtuh, menewaskan warga sipil termasuk seorang anak. Tercatat total 19 korban tewas telah dibawa ke rumah sakit akibat insiden runtuhnya bangunan yang dipicu oleh faktor cuaca.
Tragedi ini terus memicu desakan internasional agar bantuan kemanusiaan dapat masuk secara maksimal ke seluruh wilayah Jalur Gaza tanpa hambatan, mengingat ratusan ribu warga kini dalam kondisi terluka dan sangat membutuhkan perawatan medis segera.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya