Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM

pranusa.id February 21, 2026

Natalius Pigai. (Ari Saputra/detikcom)

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara tegas membantah adanya keterlibatan pihak pemerintah dalam rentetan aksi teror yang menimpa Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Pigai saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, pada Jumat (20/2/2026).

Pigai menekankan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa sosok di balik teror intimidatif yang ditujukan kepada Tiyo beserta keluarganya tersebut.

“Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah,” tegas Pigai merespons isu yang beredar luas di publik.

Ia mengingatkan kembali bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan tegas agar hukum tidak dijadikan instrumen kekuasaan untuk menekan warga negara.

“Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa hukum tidak boleh dipakai oleh penguasa untuk kepentingan atau membungkam hak asasi manusia penduduk Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Komisioner Komnas HAM tersebut menjamin bahwa instrumen negara tidak akan pernah dimanfaatkan untuk memberangus kebebasan berpendapat.

“Jadi hukum tidak akan pernah dipakai alat penguasa untuk menjustifikasi kebenaran dan membungkam orang. Tidak akan pernah,” tambah Pigai.

Guna mengungkap kebenaran di balik kasus intimidasi ini, Pigai meminta aparat kepolisian untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara komprehensif.

Menurutnya, pengusutan tuntas oleh pihak kepolisian sangat krusial untuk menemukan pelaku sebenarnya dan mencegah munculnya penggiringan opini yang menyudutkan pemerintah.

Sebagai informasi, Tiyo Ardianto sebelumnya melaporkan adanya ancaman penculikan melalui pesan WhatsApp dari nomor asing dengan kode negara Inggris, serta insiden penguntitan oleh orang tak dikenal di ruang publik.

Rentetan teror tersebut dialami oleh Tiyo tak lama setelah BEM UGM melontarkan sejumlah kritik tajam terhadap pemerintah, termasuk mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…