Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Rocky Gerung Kecam Upaya Pembungkaman

pranusa.id March 15, 2026

FOTO: Tokoh oposisi dan pengamat politik, Rocky Gerung

JAKARTA, PRANUSA.ID – Rekaman CCTV yang memperlihatkan insiden penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Dalam rekaman yang beredar, seorang pria terlihat mendekati korban sebelum diduga menyiramkan cairan yang disebut sebagai air keras.

Serangan ini memunculkan kegelisahan karena menyasar figur yang dikenal aktif menyuarakan isu hak asasi manusia. Aktivitas KontraS selama ini kerap berada di garis depan dalam mengkritisi berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi melemahkan demokrasi.

Pengamat politik Rocky Gerung turut menyoroti kejadian ini. Ia menyinggung bahwa serangan terhadap Andrie Yunus dapat dipahami sebagai bentuk ancaman terhadap ruang kritik masyarakat sipil.

“Jika air keras disiramkan kepada Andrie, artinya ada upaya untuk membungkam suara kritis dari masyarakat sipil,” ujar Rocky dalam kanal YouTube miliknya, Jumat (13/3/2026).

Serangan tersebut juga memunculkan kekhawatiran lebih luas mengenai perlindungan terhadap aktivis HAM di Indonesia. Dalam percakapan publik yang berkembang, kekerasan seperti ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk jika tidak ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

“Rating Indonesia bisa turun jika penghargaan terhadap aktivis HAM tidak terlindungi,” kata Rocky.

Reaksi serupa juga muncul dari penceramah sekaligus pemengaruh dakwah Felix Siauw yang mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

“Kezaliman itu bila dibiarkan, tinggal tunggu waktu kita yang jadi korbannya,” ujar Felix.

Ia juga mengingatkan publik pada kasus penyiraman air keras yang pernah dialami oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, pada tahun 2017.

“Kemarin Novel Baswedan, sekarang Andrie Yunus, polanya sama, setiap yang membahayakan praktik KKN dan kezaliman, semua diancam, diteror, dibungkam,” tandasnya.

Laporan: Judirho | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tanggapi Manuver PDIP, AHY Sebut Kehadiran Partai Oposisi Sebagai Sebuah Keniscayaan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono…
Tanggapi Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Wapres Gibran Minta Publik Hormati Proses Hukum
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi penahanan…
Menko Zulkifli Hasan Sebut Program MBG untuk Sekolah Elite Akan Disetop
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan…
Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026
SURAKARTA, PRANUSA.ID – Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe…
Menkeu Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Capai 5,61 Persen, Kalahkan Negara G20 dan ASEAN
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa…