Anies Bicara Kedamaian Semu Era Orba, Golkar: Sekarang Era Kebebasan, Tak Perlu Dibandingkan

pranusa.id March 9, 2024

Capres Nomor Urut O1 Anies Baswedan.

Laporan: Severinus THD | Editor: Jessica C. Ivanny

PRANUSA.ID — Ketua DPP Partai Golkar Nusron Wahid menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi berada di era orde baru (orba), melainkan sudah berada di zaman kebebasan.

Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan capres nomor urut 01 Anies Baswedan soal rasa aman dan kedamaian di era orba yang bersifat semu.

“Zaman Orba sudah berlalu di Indonesia dan sudah ditumbangkan dengan gerakan mahasiswa dan gerakan reformasi. Sekarang zaman kebebasan,” kata Nusron dalam keterangannya, Sabtu (9/3/2024).

Menurutnya, Anies tidak perlu lagi khawatir dan membandingkan zaman ini dengan orba karena tidak ada yang perlu ditakutkan dari tentara dalam panggung demokrasi saat ini.

“Tentara sudah tidak perlu ditakutkan lagi dalam panggung demokrasi. Apalagi TNI sekarang sangat profesional, tidak mau bergulat dalam politik praktis. TNI punya tugas mulia mempertahankan negara dan bangsa. Jadi Mas Anies tidak perlu khawatir apalagi membandingkan kedamaian saat ini dengan zaman orba, tidak apple to apple,” tutur dia.

Dia juga menyebut capres nomor urut 02 Prabowo Subianto adalah sosok yang demokratis meski merupakan purnawirawan tentara.

“Pak Prabowo meski purnawiraan tentara, mempunyai komitmen yang sangat kuat dalam demokrasi. Buktinya mendirikan Partai Gerindra sebagai pilar demokrasi dan ikut pemilu. Tidak menggunakan senjata untuk kepentingan politik atau meraih kekuasaan, melainkan dengan kompetisi merebut hati rakyat, melalui Pemilu yang demokratis,” ungkap dia.

“Zaman dipimpin Presiden SBY juga tentara, tidak ada rasa ketakutan juga. Sebab kita sudah sepakat memilih jalur reformasi dan demokrasi,” lanjutnya.

Sebelumnya, capres nomor urut 01 Anies Baswedan menilai rasa aman dan kedamaian pada era orba bersifat semu. Anies menyebut masyarakat takut dengan pihak yang memegang senjata.

“Ingat orde baru kan? Damai, tenang, iya karena ada yang pegang senjata di situ, diem semua, itu namanya kedamaian semu. Kenapa damai? Takut sama yang di ujung situ tuh. Karena itu pegang senjata tuh, ‘ayo diam semua, damai’. Itu kedamaian semu. Kedamaian yang tidak semu adalah kedamaian yang ditopang oleh rasa keadilan,” kata Anies setelah solat Jumat di Masjid Agung Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, (8/3/2024).

Lebih lanjut, Anies menuturkan saat dirinya melakukan kampanye Pilpres 2024, banyak ketimpangan dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat. Anies berharap apa yang selama diperjuangkannya bisa membuahkan rasa keadilan di masyarakat.

“Karena itu saya sering sampaikan Insya Allah apa yang kemarin diperjuangkan akan menghadirkan rasa keadilan, dan semua yang berada di sini saya ingin sampaikan mari kita ikhtiarkan terus supaya negeri ini menjadi negeri yang berkeadilan,” ucap Anies. (*)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…