Anomali Penyebab Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan

pranusa.id July 10, 2020

Penulis adalah Kristoforus Bagas Romualdi. Alumni Pendidikan Sejarah USD.

KOLOM- Belakangan ini, kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum eks pegawai Starbucks dengan cara mengintip bagian dada seorang perempuan melalui CCTV terus menjadi diskursus publik. Ada yang mengutuk aksi tersebut, namun ternyata ada juga yang menilai tindakan dari sang pelaku adalah sesuatu yang wajar. Dianggap wajar karena pakaian korban yang dinilai terbuka sehingga mengundang mata dan niat buruk dari lelaki untuk melakukan pelecehan.

Artinya, sampai saat ini perempuan masih menjadi pihak yang sering disalahkan oleh beberapa orang manakala terjadi pelecehan seksual terhadap dirinya. Dari komentar – komentar seperti itu, maka muncul pertanyaan yakni, apakah ketika pakaian perempuan tertutup, maka menjamin tidak akan terjadi pelecehan seksual?

Menurut hasil survei pada tahun 2018 yang dilakukan oleh Koalisi Ruang Publik Aman yang terdiri dari Hollaback! Jakarta, perEMPUan, Lentera Sintas Indonesia, Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta (JFDG), dan Change.org Indonesia terhadap 62.224 responden terkait pelecehan seksual di ruang publik, menunjukkan bahwa pelecehan tidak hanya terjadi kepada perempuan yang mengenakan baju terbuka saja.

Dari data tersebut, korban yang mengalami pelecehan seksual di antaranya mereka yang memakai celana atau rok panjang (18%) dan baju lengan panjang (16%). Bahkan, perempuan yang mengenakan hijab juga turut menjadi korban pelecehan dengan peresentase sebesar 17%. Sementara korban yang mendapat pelecehan seksual saat menggunakan baju longgar 13,80%, rok atau celana pendek 1,31%, dan baju agak transparan sebesar 0,44%.

Dengan demikian, data di atas membantah anggapan bahwa penyebab pelecehan adalah  perempuan itu sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang seharusnya menjadi pembelajaran kita terkhusus untuk kaum laki – laki. Pertama, mari menjaga dan mengendalikan diri. Pelecehan terhadap perempuan dengan mode pakaian apa pun bisa terhindarkan jika laki – laki mampu mengendalikan diri.

Karena kasus pelecehan bahkan terhadap perempuan yang sudah menggunakan hijab dan tertutup sekali pun terjadi karena diri sendiri tidak mampu berpikiran positif dan menahan dorongan negatif yang muncul sebagai reaksi ketika melihat perempuan.

Kedua, hormati perempuan. Pelecehan seksual terjadi juga disebabkan karena masih ada laki – laki yang memandang perempuan sebagai makhluk yang lemah. Bahkan, ada yang memandang perempuan hanya sebatas pelampiasan nafsu sehingga ketika melihat mereka yang dianggap menarik, kemudian langsung bereaksi untuk melakukan tindakan – tindakan yang merugikan perempuan. Dan sikap tidak menghormati ini pula yang menyebabkan perempuan juga acapkali mendapatkan prilaku yang diskriminatif.

Ketiga, kompak untuk saling mengingatkan. Jangan pernah sekali pun membenarkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh segelintir orang apalagi sampai menyalahkan perempuan karena pakaian yang ia gunakan. Tindakan – tindakan pelecehan seksual sejatinya muncul karena niat dari pelaku itu sendiri bukan karena pancingan.

Justru, apabila masih ada segelintir laki – laki yang menyalahkan pakaian perempuan sebagai pemantik tindakan pelecehan seksual, maka hal itu malah merendahkan martabat laki – laki itu sendiri. Seolah – olah, semua laki – laki memang diciptakan sebagai sosok yang nafsu seksualnya tinggi, tidak bisa menahan diri, dan superior atas perempuan. Oleh karena itu, penting untuk senantiasa selalu mengingatkan ketika ada oknum di lingkungan kita yang menganggap pelecehan seksual sebagai hal yang wajar.

Mari mulai dari sekarang kita sungguh – sungguh belajar untuk saling menjaga dan menghormati. Memandang bahwa laki – laki dan perempuan sama – sama memiliki martabat yang sama sebagai makhluk Tuhan dan berhak merdeka dari segala bentuk pelecehan dan diskriminasi.

 

*Tulisan ini sudah pernah dimuat di Pontianak Post, 8 Juli 2020.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26