Bedah Buku Romo Hendri di Yogyakarta: Refleksi Demokrasi dan Perlawanan Lewat Sastra

pranusa.id July 24, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Manusia dan demokrasi merupakan dua elemen yang saling berkaitan erat dan membutuhkan ruang dialog untuk merawatnya.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Romo Stefanus Hendrianto, S.J., secara resmi meluncurkan buku terbarunya yang merekam percakapan mendalam bersama Pater Schall di Universitas Santa Clara pada musim semi 2013.

Acara peluncuran dan diskusi buku ini diselenggarakan di Pusat Pastoral Mahasiswa (PPM) DIY, Kamis (23/7/2026) malam, mulai pukul 18.00 WIB.

Kegiatan intelektual ini merupakan hasil kolaborasi antara penerbit Kompas-Gramedia dan Komisi Kerasulan Mahasiswa Yogyakarta.

Diskusi dipandu oleh Sena Beata, mahasiswi Fakultas Hukum UGM, dengan menghadirkan dua pemantik utama, yakni Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J. (Dosen Universitas Sanata Dharma) dan sang penulis sendiri, Romo Stefanus Hendrianto, S.J.

Dalam pemaparannya, Romo Hendri menjelaskan bahwa buku tersebut merangkum esensi obrolan penting seputar literasi, perpustakaan, akal budi, hingga kodrat manusia.

Isu tersebut dinilai sangat relevan dengan fenomena sosial saat ini, di mana budaya membaca dan eksistensi perpustakaan mulai tergerus, sementara ruang-ruang akademik kerap menghadapi tekanan yang melemahkan daya kritis.

Selain itu, Romo Hendri juga mengangkat istilah demokrasi republikan yang mengajarkan kita untuk menjadi warga republik yang baik serta menolak unsur-unsur otoritarianisme oleh negara, termasuk membahas konsep kehidupan intelektual dan fenomena aktivis yang bangkrut.

Sementara itu, Romo Patrisius Mutiara Andalas menyoroti pentingnya substansi buku tersebut sebagai medium refleksi perlawanan, aktivisme, dan idealisme yang lahir dari rahim demokrasi.

Ia juga mengkritisi realitas sosial dewasa ini, termasuk ketika penegak hukum justru mencederai hukum itu sendiri serta pembungkaman terhadap kebebasan pers.

“Ketika pembungkaman terhadap jurnalisme berujung pada cara-cara lain untuk menyampaikan pendapat, salah satunya adalah sastra, seperti yang disampaikan Seno Gumira Ajidarma bahwa ‘ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara’,” ungkap Romo Andalas, mengaitkannya dengan bentuk perlawanan melalui seni seperti ajang ARTJOG di Yogyakarta.

Dalam sesi tanya jawab, diskusi semakin interaktif ketika salah satu peserta membagikan lirik dan notasi lagu berjudul Menjadi Manusia Merdeka, yang terinspirasi dari sosok pemikir humanis Romo Mangunwijaya, tokoh yang turut dihadirkan dalam percakapan di dalam buku tersebut.

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai pudarnya kritik akademisi dan ancaman studi kampus yang terjebak pada hal-hal klise, Romo Andalas menegaskan pentingnya gerakan perlawanan akademik.

Menurutnya, ruang-ruang perkuliahan dan sekolah harus konsisten menjadi basis pembahasan atas persoalan-persoalan riil masyarakat hari ini.

Menjelang akhir acara pada pukul 20.30 WIB, moderator Sena Beata membacakan kesimpulan bahwa buku ini mengajak pembaca melihat dinamika manusia pasca-Indonesia dalam berdemokrasi dan berdialektika.

Kegagalan berdemokrasi sejatinya bukan terletak pada sistem, melainkan pada manusia yang menjalankan sistem tersebut tanpa dilandasi nilai-nilai kebenaran.

Rangkaian peluncuran buku ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah antara para peserta dan narasumber.

Laporan: Angga R.N | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Kabulkan Gugatan Ojol dan Pedagang Online, MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi mengabulkan sebagian…
Gandeng Mahasiswa UKDW dan Hongkong PolyU, SMP Budya Wacana Gelar Pemeriksaan Mata dan Penyuluhan Kesehatan
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — SMP Budya Wacana Yogyakarta bekerja sama dengan…
Tunjangan Fungsional Dosen Tak Naik Selama 19 Tahun, Rektor UGM: Perlu Ada Peninjauan Ulang
JAKARTA, PRANUSA.ID — Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia,…
AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerjasama Nuklir Sipil, Buka Peluang Bisnis Miliaran Dolar
JAKARTA, PRANUSA.ID — Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi menandatangani…
Alasan Sakit, Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi…