Benny ke Jokowi: Pasukan Anda Teroris, Bunuh 500 Ribu Rakyat Papua!

pranusa.id April 29, 2021

Benny Wenda. (Gambar: Tribun.com)

PRANUSA.ID — Presiden interim United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda mempertanyakan julukan penjahat dan teroris yang disematkan kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Hal itu disampaikannya menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo dan jajaran pejabat lainnya yang terus meminta militer Indonesia memberantas TPNPB.

“Siapa yang menginvasi negara kami, Papua? Siapa yang membunuh lebih dari 500.000 pria, wanita dan anak-anak?” kata Benny Wenda dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (27/4).

Ia juga mengecam permintaan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada pemerintah untuk menumpas habis KKB di Papua tanpa memedulikan hak asasi manusia (HAM).

“Ini adalah mentalitas yang menyebabkan penyiksaan dan pembunuhan Pastor Yeremia Zanambani tahun lalu. Sikap ini yang mengakibatkan 3 pria dipukuli hingga meninggal di rumah sakit pada Februari. Itu sebabnya Amnesty Indonesia sudah mengutuk pembicara tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah untuk menarik helikopter dan pasukan dari Papua Barat yang membuat kaum wanita dan anak-anak ketakutan. Bahkan, beberapa sudah mulai meninggalkan desa dalam 24 jam.

“Pasukan Anda adalah teroris, mengintimidasi dan melecehkan orang-orang Papua Barat di setiap sudut jalan. Anda harus mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia masuk ke Papua Barat, sesuai permintaan 84 negara internasional, untuk menunjukkan kepada dunia apa yang sebenarnya terjadi di lapangan,” tegas Benny.

Selain itu, Benny mengundang Presiden Jokowi untuk duduk dan berdialog bersama mencari jalan keluar penyelesaian konflik.

“Kekuatan militer tidak dapat menyelesaikan masalah berusia 60 tahun ini; hanya referendum yang dimediasi internasional yang bisa. Untuk kebaikan rakyat saya dan untuk kebaikan rakyat Anda, mari kita duduk dan menemukan solusi yang adil yang akan bertahan selamanya,” tandasnya.

Laporan: Bagas R.
Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…