Bertemu Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala BNN Bahas Modus Baru Peredaran Narkoba Lewat Vape

pranusa.id June 21, 2026

FOTO: Teddy Indra Wijaya

JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah pusat terus berupaya memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam langkah pencegahan dan pemberantasan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya baru-baru ini melakukan diskusi khusus dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Pertemuan strategis antara kedua pejabat tinggi negara itu dilangsungkan di Gedung Sekretariat Kabinet Jakarta pada hari Sabtu dini hari.

Pembahasan utama dalam diskusi tersebut menyoroti berbagai langkah strategis terkait pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika yang kini semakin canggih di wilayah perkotaan.

“Kepala BNN memaparkan sejumlah capaian BNN dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika serta penyitaan barang bukti”, bunyi keterangan dari unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Mantan Kapolda Banten tersebut juga membeberkan keberhasilan jajarannya dalam mencegah barang haram itu sampai ke tangan masyarakat luas.

“Termasuk keberhasilan pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika dan penyitaan berbagai jenis narkotika sebelum beredar di masyarakat”, tulis unggahan tersebut.

Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius dalam pertemuan itu adalah meningkatnya potensi penyalahgunaan rokok elektronik atau vape.

“Modus penyalahgunaan rokok elektronik atau vape yang dapat dimanfaatkan sebagai media konsumsi zat berbahaya memerlukan pengawasan dan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat”, jelas keterangan itu.

Pemerintah menyadari bahwa pemberian edukasi yang masif kepada generasi muda kini wajib ditetapkan sebagai fokus utama guna memperkuat kesadaran akan ancaman bahaya zat adiktif.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antarlembaga demi melindungi generasi muda dan mewujudkan Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan narkoba”, tegas pihak Sekretariat Kabinet.

Kasus peredaran barang haram tersebut hingga kini diakui masih menjadi tantangan yang sangat besar bagi masa depan bangsa Indonesia.

Posisi wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas sering kali menjadikannya target utama bagi jaringan sindikat narkotika berskala internasional.

Oleh karena itu, penyelesaian masalah kejahatan lintas negara ini dinilai tidak akan bisa maksimal apabila hanya mengandalkan aspek penegakan hukum secara sepihak.

Kehadiran program rehabilitasi yang efektif serta pendidikan moral di lingkungan sekolah dinilai amat krusial untuk memutus rantai peredaran narkoba secara berkelanjutan.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Presale Tiket Konser Musikaria Adira Festival 2026 Resmi Dibuka, Harga Mulai Rp119 Ribu
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kabar gembira bagi pecinta musik di Makassar!…
Rangkul Akademisi di Istana, Presiden Prabowo Putuskan Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi bersama jajaran…
Respons Ancaman Militer Donald Trump di PBB, Presiden Pezeshkian Kian Memanas Tegaskan Iran Tak Takut Perang
NEW YORK, PRANUSA.ID — Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika…
Vonis Banding Kasus Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 9 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp548 Miliar
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengadilan Tinggi Daerah Khusus Jakarta menjatuhkan vonis…
Kabut Asap Masih Melanda, BNPB Lapor ke Prabowo Aktivitas Warga di Kalbar dan Kalteng Tetap Berjalan Normal
JAKARTA, PRANUSA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kondisi…