
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengecam keras pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani, terkait wacana provokasi untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto secara inkonstitusional.
“Itu menurut saya bukan ciri-ciri intelektual,” kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Tokoh politik tersebut menyayangkan adanya pihak-pihak yang kerap mendaku diri sebagai kelompok demokratis namun justru melanggengkan budaya provokasi publik yang sangat bertentangan dengan prinsip demokrasi itu sendiri.
“Menyampaikan kritik boleh saja dilakukan dan bahkan bagus, namun kritik itu harus ada dasarnya dan harus dipertanggungjawabkan apalagi jika yang berbicara adalah seorang intelektual,” ujarnya.
Fadli mengingatkan bahwa Presiden Prabowo merupakan sosok yang sangat memahami esensi kebebasan berpolitik sejak dirinya memutuskan pensiun dari dinas militer dan memilih jalan sipil dengan mendirikan partai politik.
“Itu artinya apa, Pak Prabowo tidak pernah menyerah pada demokrasi, tidak pernah menyerah pada jalan demokrasi, kalau dulu orang ingin mendapatkan mandat atau kekuasaan itu dengan perang,” jelasnya.
Catatan sejarah membuktikan bahwa Prabowo telah menempuh jalur konstitusional lewat partisipasi dalam kontestasi pemilihan presiden hingga akhirnya berhasil meraup 58 persen atau lebih dari 96 juta suara pada Pilpres 2024 lalu.
“Prabowo itu sudah memilih jalan demokrasi dari dulu,” tandasnya.
Oleh karena itu, ia menilai bahwa pelabelan karakter otoriter yang disematkan oleh sejumlah pihak kepada kepala negara saat ini merupakan sebuah narasi yang sangat ahistoris serta berlawanan dengan realita sejarah.
Laporan: Hendri | Editor: Michael