Festival Daun Lontar: Mengenang dan Melestarikan Kearifan Lokal Ende Lio

pranusa.id June 21, 2026

ENDE, PRANUSA.ID – Komunitas pegiat budaya Ende Lio bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Alokoja Sia menginisiasi penyelenggaraan Festival Daun Lontar di Lapangan Desa Kelitembu, Kabupaten Ende.

Ketua Panitia Festival Yos Borgias Riga menerangkan bahwa pergelaran bernuansa budaya lokal tersebut berlangsung selama enam hari yang terbagi ke dalam dua periode pelaksanaan.

Rangkaian kegiatan yang mengusung tema Mengenang dan Melestarikan Warisan Budaya tersebut resmi ditutup pada hari Sabtu (20/6/2026).

Yos memaparkan bahwa festival ini dimeriahkan dengan lokakarya kerajinan, lomba tari kreasi, kompetisi anyaman kreatif berbahan daun lontar, serta pameran hasil karya seni.

Ia turut menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para peserta dalam menampilkan aneka ragam produk kerajinan bernilai tinggi seperti topi, tas, hingga aksesori perhiasan.

“Kegiatan ini menyiratkan pesan bahwa ada semangat bersama untuk menggali, menghidupkan, dan melestarikan warisan budaya para leluhur”, ungkap Yos.

Camat Wewaria Fidelis Bela dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif masyarakat dalam melestarikan nilai kearifan lokal melalui kolaborasi yang inspiratif.

“Semoga festival ini menjadi event tahunan yang perlu diteruskan dan dihidupkan ke depan”, harap Fidelis.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong membangun daerah dengan memanfaatkan energi positif dari kegiatan budaya semacam itu.

Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Martinus Satban yang hadir mewakili Bupati Ende turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara tersebut.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan ruang untuk merawat jati diri, memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menjadi wadah mewujudkan kreativitas”, kata Martinus.

Menurutnya, daun lontar bukan sekadar komoditas bernilai ekonomis, melainkan juga menyimpan nilai sejarah serta menjadi simbol kemandirian masyarakat Kabupaten Ende.

Pemerintah Kabupaten Ende mendorong agar pergelaran festival budaya ini dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata untuk mendongkrak perekonomian kreatif di daerah.

“Jika wisata dikaitkan dengan dampak ekonomi, maka ada tiga hal penting yakni promotif, berkelanjutan, dan berdaya saing”, jelas Martinus.

Ia mengingatkan bahwa tolok ukur keberhasilan sebuah festival tidak dinilai dari sekadar kemeriahan acara, melainkan dari seberapa besar dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan tingkat kunjungan pariwisata.

Martinus berpesan secara khusus kepada generasi muda agar senantiasa menjadikan warisan leluhur sebagai sumber utama inspirasi dalam berkarya dan berinovasi.

“Jadikan warisan leluhur sebagai sumber inspirasi untuk berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Ende, Lio, dan Nage”, pungkasnya sembari menutup kegiatan secara resmi dengan tabuhan gendang.

Rangkaian acara penutupan festival tersebut turut diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para juara lomba oleh jajaran pejabat daerah yang hadir.

Seluruh peserta beserta masyarakat sekitar tampak sangat antusias mengikuti kegiatan hingga larut dalam kegembiraan rekreasi bersama yang dibuka dengan tarian gawi.

Laporan: Marsianus | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menkeu Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Capai 5,61 Persen, Kalahkan Negara G20 dan ASEAN
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa…
PDIP Tegaskan Peran Penyeimbang demi Jalankan Fungsi Kontrol terhadap Pemerintahan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Deddy…
Bertemu Seskab Teddy Indra Wijaya, Kepala BNN Bahas Modus Baru Peredaran Narkoba Lewat Vape
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah pusat terus berupaya memperkuat koordinasi lintas…
Balas Aksi Mahasiswa, Ribuan Warga Kalbar Gelar Demonstrasi Dukung Program Makan Bergizi Gratis
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat…
DPRD Kalbar Akui Banyak Tuntutan Mahasiswa di Luar Kewenangan Daerah, Janji Teruskan Aspirasi ke Pusat
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat Rusmidi…