Gandeng SMA Kolese De Britto, SMP Maria Immaculata Yogyakarta Bekali Pengurus OSIS Nilai Kepemimpinan

pranusa.id June 18, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Kebutuhan akan sosok pemimpin muda yang cerdas, berkarakter kuat, dan peduli terhadap sesama dinilai semakin mendesak di tengah dinamika perubahan zaman.

Berangkat dari kesadaran tersebut, SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS pada hari Rabu (17/6/2026).

Kegiatan pembinaan karakter siswa tersebut secara khusus mengusung tema bertajuk “Pemimpin Penggerak Perubahan”.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan SMA Kolese De Britto Yogyakarta sebagai wujud nyata semangat berbagi praktik baik antarlembaga pendidikan.

Program pembinaan ini sekaligus menjadi langkah tindak lanjut dari semangat Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang yang mendorong sekolah Katolik untuk saling belajar dan bertumbuh.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari wujud implementasi Program 3B milik SMA Kolese De Britto yang meliputi nilai berkolaborasi, berkontribusi, dan berprestasi.

Para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari staf pendidik SMA Kolese De Britto yakni Johanes de Britto Jorgi Prakosa Sonda dan Christophorus Danang Wahyu Prasetio.

Dua siswa kelas X SMA Kolese De Britto yang juga merupakan alumni SMP Maria Immaculata Marsudirini yakni Narayana Narendra Hutama dan Michael Natan Setia Karuna turut hadir untuk membagikan pengalaman inspiratif mereka.

Kepala SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta Y Sigit Prasetyo yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengurus OSIS bukanlah sekadar pelaksana program kerja sekolah.

Ia menyoroti bahwa para pengurus tersebut merupakan pribadi muda yang dipanggil secara khusus untuk menjadi motor penggerak perubahan nyata.

“Perubahan justru sering dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membangun kebiasaan baik, berani menjadi teladan, dan menghadirkan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar”, jelas Sigit.

“Kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan mengatur orang lain, tetapi tentang kemampuan memimpin diri sendiri, melayani sesama, dan berani mengambil inisiatif demi kebaikan bersama”, ungkapnya.

Para peserta sejak awal kegiatan telah diajak untuk menyadari penuh bahwa sosok pemimpin sejati tidak pernah lahir secara instan.

Kepemimpinan merupakan sebuah proses panjang yang dibentuk melalui pengalaman, refleksi, keberanian berubah, serta kesediaan untuk terus belajar.

Kesadaran esensial tersebut diperdalam secara intensif melalui sesi khusus bertajuk Mengenal Diri guna membantu peserta melihat kembali kekuatan serta kelemahan mereka.

Proses pendalaman nilai tersebut kemudian dilanjutkan melalui sesi Input Nilai di mana para peserta mewawancarai guru untuk menggali makna kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.

Dinamika forum menjadi semakin hidup saat peserta memasuki sesi Performance dengan mementaskan hasil wawancara tersebut ke dalam bentuk teater mini.

Panitia turut menyelenggarakan sesi Public Speaking untuk melatih keberanian peserta dalam menyampaikan gagasan melalui metode diskusi kelompok dan orasi.

Melalui sesi tersebut, para siswa belajar bahwa suara seorang pemimpin bukanlah alat untuk mendominasi, melainkan sarana untuk menggerakkan dan menginspirasi pihak lain.

Seluruh rangkaian pengalaman belajar itu dikonklusikan melalui sesi Pengikat Makna di mana para fasilitator membagikan pengalaman hidup terkait kepemimpinan yang berakar pada keteladanan.

Landasan refleksi yang diperkenalkan kepada peserta juga mengacu pada nilai-nilai dari buku Heroic Leadership yang mencakup kesadaran diri, kecerdikan, kepedulian, dan heroisme.

Pemimpin penggerak perubahan yang ideal didefinisikan sebagai figur yang tidak sekadar mampu memengaruhi banyak orang, melainkan pihak yang terlebih dahulu berani mengubah dirinya sendiri.

Dari ruang pembelajaran tersebut, para peserta diharapkan dapat menyadari bahwa setiap individu memiliki kesempatan besar untuk menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat.

Laporan: Chr. Danang Wahyu Prasetio, S.Or., M.M | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Mahasiswi Unair Diduga Gelapkan Dana KIP-K Rp97 Juta, Modus Sisipkan Tagihan di SPJ
JAKARTA, PRANUSA.ID – Dugaan penggelapan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah…
Rencana Refocusing Program MBG 2027, BGN Bakal Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima
JAKARTA, PRANUSA.ID – Badan Gizi Nasional berencana menajamkan sasaran penerima…
Audiensi dengan Rektorat UAJY, PMKRI Yogyakarta Komitmen Benahi Krisis Kepemimpinan Mahasiswa Katolik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Yogyakarta…
Lantik Pengurus Kecamatan se-SBD, Waketum TMI Harap Organisasi Jadi Rumah Besar Petani
SUMBA BARAT DAYA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan…
Tolak Tuntutan Mahasiswa, Kepala Bakom Qodari Tegaskan Program MBG Tetap Dilanjutkan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan…