Griya Gusdurian Gelar Nonton Bareng Film Watchdoc, Soroti Rencana Pabrik Semen di Pracimantoro

pranusa.id October 24, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Komunitas Gusdurian bersama Watchdoc, Paguyuban Tali Jiwo, Lingkar Keadilan Ruang, dan Celios menggelar pemutaran serta diskusi film dokumenter Mengincar Karst di Pracimantoro di Griya Gusdurian, Sorowajan, Yogyakarta, Kamis (22/10/2026).

Agenda yang dihadiri kelompok penggiat lingkungan, jurnalis, serta warga Pracimantoro tersebut mengkritisi rencana pembangunan pabrik semen oleh PT Anugerah Andalan Asia (AAA) di kawasan pegunungan karst Pracimantoro, Wonogiri.

Suryanto dari Paguyuban Tali Jiwo menegaskan bahwa masyarakat Pracimantoro menolak keras rencana proyek pertambangan tersebut karena berpotensi merusak keanekaragaman hayati dan mengancam keberadaan sumber mata air warga.

“Kawasan karst/batu gamping dari beberapa dekade lalu memang menjadi incaran penguasa dan pengusaha. Narasi yang selalu mereka ciptakan kepada publik adalah pembangunan untuk kesejahteraan, mereka menganggap bahwa karena tanahnya adalah batuan gamping, masyarakatnya dinilai hidup di bawah garis kemiskinan,” kata Suryanto saat menyampaikan kegelisahan warga.

Ia menepis anggapan kawasan karst tidak produktif, lantaran mayoritas warga Pracimantoro terbukti mampu memenuhi kecukupan hidup dan mencapai kesejahteraan melalui hasil pertanian palawija, khususnya komoditas jagung.

Selain masalah ancaman lahan, warga juga menyayangkan keterlibatan akademisi Geografi UGM yang memfasilitasi riset Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) guna merestui masuknya industri ekstraktif tersebut.

Dalam sesi diskusi, Peneliti Celios Saleh menyoroti penyusunan instrumen Amdal yang dinilainya serampangan, sekaligus mengingatkan bahaya pengalihan fungsi lahan di Pulau Jawa yang kian memicu krisis ekologis dan penurunan permukaan tanah.

Sementara itu, Pitra Hutomo dari Lingkar Keadilan Ruang menekankan pentingnya keberpihakan dan komitmen politik pimpinan daerah untuk melindungi kawasan karst dari ekspansi industri ekstraktif.

Melalui agenda naskah dokumenter dan forum diskusi yang berakhir pukul 21.30 WIB tersebut, para peserta bersepakat memperkuat jaringan solidaritas guna mengawal penolakan pabrik semen di wilayah Pracimantoro.

Laporan: Angga R.N | Editor: Michael

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…
Survei IPO: Dua Tahun Kinerja Presiden Prabowo Diraih Kepuasan Publik 66 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat tingkat…
Warga Loworongga Ende Belum Nikmati Listrik PLN, Siap Gotong Royong Pikul 18 Tiang
ENDE, PRANUSA.ID — Masyarakat Dusun Loworongga, Desa Nila, Kecamatan Ndona,…
Sawah Warga Ende Tertimbun Proyek Jalan, Kesatuan Buruh Marhaenis Desak Bupati Panggil PT BCTC
ENDE, PRANUSA.ID — Kesatuan Buruh Marhaenis (KBM) Cabang Ende menaruh…