Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan

pranusa.id October 24, 2026

Petugas berjuang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)

JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin mengategorikan pembakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bentuk terorisme ekologi.

Langkah hukum tersebut dinilai sangat memungkinkan untuk direalisasikan dalam waktu dekat melalui celah revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengungkapkan, draf perbaikan UU Kehutanan sejatinya sudah rampung di tingkat komisi dan telah melewati tahap penyelarasan di Badan Legislasi (Baleg).

Oleh karena itu, penyisipan klausul mengenai terorisme lingkungan tinggal menunggu terbitnya Surat Presidensiil (Surpres) dari Istana.

“Sudah selesai di Komisi IV dan sudah diharmonisasi di Baleg, terkait terorisme lingkungan bisa dimasukan saat pembahasan dengan pemerintah,” kata Alex, Sabtu (24/10/2026).

Gagasan mengenai sanksi terorisme ekologi ini pertama kali digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menginstruksikan Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperketat jerat hukum bagi para perusak lingkungan.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas membenarkan arahan Presiden tersebut. Pihaknya kini tengah menyiapkan opsi perombakan regulasi agar kejahatan karhutla skala besar dapat ditindak secara khusus sebagai aksi teror terhadap ekosistem.

“Perintahnya tadi kepada Menteri Kehutanan dan Menteri LH juga hal yang sama, terkait dengan itu bisa dikategorikan sebagai terorisme ekologi. Oleh karena itu nanti dalam pengaturan Undang-Undang mungkin nanti kita akan lakukan revisi,” kata Supratman.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Survei IPO: Dua Tahun Kinerja Presiden Prabowo Diraih Kepuasan Publik 66 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Lembaga Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat tingkat…
Warga Loworongga Ende Belum Nikmati Listrik PLN, Siap Gotong Royong Pikul 18 Tiang
ENDE, PRANUSA.ID — Masyarakat Dusun Loworongga, Desa Nila, Kecamatan Ndona,…
Griya Gusdurian Gelar Nonton Bareng Film Watchdoc, Soroti Rencana Pabrik Semen di Pracimantoro
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Komunitas Gusdurian bersama Watchdoc, Paguyuban Tali Jiwo,…