Haris Azhar: Isu Pemilu 2024 Berjalan Tanpa Substansi

pranusa.id November 21, 2022

FOTO: Haris Azhar, Penggiat HAM dan Demokrasi.

PRANUSA.ID– Penggiat HAM dan Demokrasi Haris Azhar mengkritik apa yang dikembangkan calon presiden (capres), simpatisan, hingga lembaga survei berkaitan isu Pemilu 2024.

Haris melihat narasi yang dikembangkan berpotensi menyesatkan lantaran nyaris tanpa substansi. Menurut Haris, menjelang Pemilu 2024 banyak lembaga survei yang kerap membuat rilis terkait elektabilitas partai.

Namun, tidak ada yang berani lebih dalam mengulik substansi dari partai atau kandidat capres itu sendiri.

“Banyak lembaga survei sibuk rilis hasil survei dan juga kalau kelompok pendukung itu seringnya deklarasi. Yang jilbab merah, kuning hijau. Itu aja praktek kita hari ini. Kita nggak ketemu substansi,” ujar Haris dalam diskusi KedaiKopi bertajuk ‘Partai Politik Bisa Dibeli? Gosip Atau Fakta?’ Minggu (20/11/2022).

Lebih lanjut, Haris juga turut mengkritisi terkait kandidat capres yang ikut dalam perhelatan G20 di Bali.

Menurutnya, banyak dari mereka yang hanya sibuk dengan agenda masing-masing tanpa melihat pentingnya G20 di ranah diskusi.

“Meeting G20 hasilnya 19 hal. Dari mulai kesehatan, pangan, digital nggak ada kelompok pendukung capres yang mendiskusikan. Semua sibuk tur, deklarasi lalu posting di media sosial,” paparnya.

Oleh sebab itu, Haris mengatakan, Ia ingin para kandidat Capres untuk diuji menuntaskan persoalan-persoalan di Indonesia. Sebab, mereka harus kompeten dan publik juga tau keunggulan dari mereka.

“Saya kasih contoh. Anies kasih syarat cawapres terus Demokrat dan PKS kayak saling joget cacing gocek gocekan. AHY bisa apa? Mustinya PKS nanya itu. Aher bisa apa? Demokrat bisa tanya itu,” ucapnya.

“Atau lebih dalam, kenapa mukanya Erick Thohir ada di mana-mana, agendanya apa? Gosipnya jadi wapres, apakah bisa beda dengan Ma’ruf Amin? Isi itu yang harusnya diungkap,” sambungnya.

Haris menambahkan, pengujian itu diperlukan agar pemilihan capres-cawapres bukan hanya seolah transaksional semata. Karena, banyak yang menilai politik di Indonesia penuh dengan nuansa jual-beli.

Laporan: Bagas R.

Editor: Jessica C.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Aksi Solidaritas, Keluarga Ende Malang Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Aliansi Keluarga Besar Ende Malang menunjukkan aksi…
Polres Ende dan Bhayangkari Salurkan Bantuan Pusat untuk 91 Santri Pesantren Walisanga
ENDE, PRANUSA.ID — Kebahagiaan menyelimuti puluhan santri Pondok Pesantren Walisanga,…
Dugaan Penganiayaan, Anggota Dewan dari Hanura Laporkan Ketua DPRD Ende ke Polisi
ENDE, PRANUSA.ID — Insiden dugaan penganiayaan mengguncang lingkungan lembaga legislatif…
Panggil Panglima TNI dan Kapolri ke Hambalang, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Karhutla Sumatra-Kalimantan
BOGOR, PRANUSA.ID — Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal…
Eks Penasihat Antiterorisme Khawatirkan AS Nekat Pakai Nuklir Lawan Iran
WASHINGTON, PRANUSA.ID — Kebuntuan strategi militer konvensional Amerika Serikat (AS)…