HUT Ke-1 Danantara, Presiden Prabowo Sentil Regulasi yang Lindungi Cucu BUMN dari Audit

pranusa.id March 13, 2026

FOTO: Prabowo Subianto

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara terbuka menyatakan keheranan sekaligus kekecewaannya terhadap regulasi yang melarang audit negara terhadap anak hingga cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal, perusahaan induknya diwajibkan untuk tunduk pada audit negara.

Kekecewaan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam acara tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta. Ia mempertanyakan asal muasal aturan yang dinilainya sangat tidak masuk akal tersebut.

“Dan aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi. Kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan tidak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” tegasnya.

Menurut Kepala Negara, celah regulasi semacam itu sangat berpotensi memicu penyimpangan anggaran, mengingat satu BUMN bisa memiliki ratusan entitas turunan. Ia mencontohkan betapa masifnya perkembangan anak perusahaan pelat merah yang awalnya didirikan dengan iktikad baik pada masa awal kemerdekaan, namun kini justru beranak pinak tanpa pengawasan ketat.

“Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” ungkapnya.

Berkaca pada kondisi yang membutuhkan reformasi mendalam dalam tata kelola BUMN tersebut, Prabowo menilai kehadiran BPI Danantara menjadi langkah strategis. Sebagai badan pengelola investasi yang setara dengan sovereign wealth fund (SWF) internasional, Danantara diklaim telah menerapkan standar pengelolaan terbaik dunia. Hal ini dibuktikan dengan lonjakan Return on Assets (RoA) Danantara yang meningkat tajam dalam setahun terakhir berkat konsolidasi manajemen yang rasional.

“Jadi saudara-saudara, premis kita ternyata benar. Konsolidasi, satu manajemen yang rasional dengan standar terbaik dunia, return on asset yang saya terima naik di atas 300 persen,” bebernya.

Kendati mencatatkan peningkatan signifikan, Prabowo menilai RoA Danantara yang saat ini berada di kisaran 5 persen masih belum mencapai titik ideal. Menurut kalkulasinya, sebuah perusahaan dengan kualitas tata kelola tingkat tinggi seharusnya mampu menyentuh RoA 10 persen, atau bahkan mencapai 12 hingga 15 persen untuk kategori sangat hebat.

“Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10 persen. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin pada tahun-tahun pertama belum bisa kita capai,” tandasnya.

Momen perayaan HUT ke-1 Danantara ini sekaligus menjadi penegas komitmen pemerintah dalam menata ulang aset negara demi pertumbuhan ekonomi nasional yang jauh lebih efisien dan transparan.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Pemprov Kalbar dan Pertamina Pastikan Distribusi BBM Berjalan Lancar 24 Jam
PONTIANAK – Menindaklanjuti isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang…
Silaturahmi ke Istana Wapres, Rismon Sianipar Dapat Bingkisan Besar dari Gibran Rakabuming
JAKARTA – Peneliti dan ahli forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar,…
Rentetan OTT di Bulan Ramadhan, Giliran Bupati Cilacap Terjaring Operasi Senyap KPK
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap…
Polri Bentuk Tim Gabungan Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis HAM Andrie Yunus
JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo…
Usai Podcast Ancaman Remiliterisme, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras
JAKARTA – Kasus teror dan kekerasan fisik terhadap pejuang Hak…
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40