Jusuf Kalla Ungkap 75% Suara Masjid di Indonesia Jelek, Begini Tanggapan MUI

pranusa.id October 20, 2021

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (Foto: Pikiran Rakyat)

PRANUSA.ID — Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengungkap ada sebanyak 75% masjid di Indonesia yang mengeluarkan suara jelek.

Jusuf Kalla (JK) mengaku selama ini DMI telah melaksanakan program perbaikan speaker masjid mengingat 80% hal yang dilakukan di masjid adalah mendengar.

“Padahal kita dewan masjid sejak 10 tahun sudah mempunyai program untuk perbaikan sound system masjid. 75% masjid di Indonesia jelek suaranya, didengar tidak mengerti, sedangkan waktu kita di masjid itu 80% mendengar, 20% ibadah atau salat,” kata JK disiarkan di kanal YouTube Masjid Istiqlal TV, Selasa (19/10/2021).

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Ziyad menyatakan kritik dari JK akan menjadi bahan evaluasi untuk para pengurus masjid di Indonesia.

“Terkait dengan kritik yang disampaikan oleh Pak Ketum DMI Pak Jusuf Kalla sebenarnya sudah lama disampaikan, ini juga menjadi bahan evaluasi untuk kita para pengurus masjid agar memperhatikan speaker masjid,” katanya, Rabu (20/10).

“Jangan sampai informasi penyampaian, pengajian ceramah atau khotib itu karena sound system-nya tidak baik sehingga tidak bisa didengar secara baik oleh jemaah atau warga sekitar masjid,” lanjutnya.

Selain itu, Ziyad menilai speaker masjid yang baik akan membantu menyampaikan informasi dengan suara bagus dan merdu sehingga pada akhirnya bisa kembali membuat masyarakat rindu dengan suara-suara mulia yang datang dari masjid.

“Apa makna kontekstualnya, kita ingin bagaimana masyarakat itu rindu mendengarkan panggilan suara-suara mulia dari masjid, itu berarti speaker-nya, sound system-nya bagus karena mengeluarkan suara yang bagus dan merdu,” jelasnya.

“Pengajian atau penyampaian informasi bisa menggunakan fasilitas masjid. Jadi masjid bukan semata-mata untuk azan, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat sekitar dalam rangka pembentukan peradaban,” ungkap Ziyad.

Lebih lanjut, Ziyad menyarankan agar para pengurus masjid bermusyawarah dengan masyarakat sekitar untuk perbaikan sound system masjid yang dirasa sudah tak layak.

“MUI mendukung program dan upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat khususnya umat Islam untuk ikut membantu memfasilitasi penyediaan sound system di masjid,” tandasnya.

 

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Waketum Golkar: Kritik terhadap Pemerintah Harus Kedepankan Etika dan Kejujuran
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus…
Jelang Malam Takbiran, Mabes Polri Imbau Masyarakat Tak Gunakan Petasan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Mabes Polri mengeluarkan…
Berlaku 28 Maret 2026, Menag Dukung Penuh Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa…
Sebut Kasus Air Keras Andrie Yunus adalah Terorisme, Prabowo: Harus Kita Kejar dan Usut!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa…
Pengungkapan Pelaku Teror KontraS, Pengamat: Bukti Tidak Ada yang Kebal Hukum di Era Prabowo
JAKARTA, PRANUSA.ID – Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menyoroti…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40