Kejam! Sudah Panggang Tangan Anaknya di Kompor, Ibu Ini Juga Minta Agar Direndam di Laut

pranusa.id December 12, 2019

(Gambar: tribunnews.com)

 

PRANUSA.ID — Seorang ibu tiri bernama Putri Indah Lestari (24) tega memanggang kedua tangan anak tirinya di atas kompor yang menyala.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (20/11/2019) sekitar pukul 20.00 WIB mengakibatkan anak yang berinisial AM (10) menangis kesakitan, mengalami luka bakar serius, bahkan hingga trauma akan api dan kompor.

Korban ternyata sering dimarahi dan dipukuli dengan gagang sapu oleh ibu tirinya. Saat peristiwa tersebut terjadi, ayah kandung korban, Karmin alias Maming (40) sedang mencari udang di laut.

Betapa terkejutnya dia saat pulang ketika melihat kondisi AM. Saat ditanya, AM hanya diam, enggan bercerita lebih lanjut. Ternyata Putri dan Maming sering adu mulut sejak menikah 3 tahun lalu. Hal ini yang menyebabkan AM malas untuk membuka mulut.

Putri sendiri merupakan warga Lempasing, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Perbuatan Putri akhirnya dilaporkan oleh Rosita, bibi korban yang juga merupakan warga Lampung, ke pihak polisi.

Awalnya Maming ngotot agar Rosita tidak melaporkan peristiwa tersebut. Namun, Rosita mengaku kasihan pada AM dan takut apabila nanti justru lebih parah dari ini.

Rosita adalah adik dari ibu kandung AM yang sudah pergi untuk selama-lamanya akibat penyakit kanker rahim yang bersarang dalam tubuhnya tiga tahun silam.

Pelaku saat ini sudah ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 44 ayat 2 UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang KDRT jo pasal 80 ayat 2.

Selain itu, ia juga dijerat UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Akibatnya, ia diancam hukuman 10 tahun penjara.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon Ardianto Sunggoro turut membantu menjelaskan kronologinya.

“Awalnya tersangka memukul kepala korban dengan gagang sapu berbahan kayu sebanyak dua kali. Tidak puas, pelaku kemudian menarik paksa korban ke dapur. Kedua tangan pelaku memegang tangan kanan korban. Tangan kanan korban lalu dipanggang di atas kompor menyala. Setelah itu bergantian kedua tangan pelaku memegang tangan kiri korban, lalu dipanggangnya juga di atas kompor yang menyala,” jelas Popon, Rabu (11/12/2019).

Korban yang menangis kesakitan tak digubrisnya. Justru, pelaku meminta korban merendam tangannya ke air laut yang menyebabkan lukanya kian parah.

Saat ini, ibu tiri AM sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Pesawaran dengan barang bukti berupa satu buah kompor gas berwarna hitam serta sapu warna pink.

Penulis: Cornelia

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Menteri HAM Natalius Pigai Bantah Keterlibatan Pemerintah dalam Teror Ketua BEM UGM
JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, secara…
Negosiasi Sukses: Ekspor Sawit, Tekstil, hingga Semikonduktor RI ke AS Kini Kena Tarif Nol Persen
WASHINGTON D.C. – Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat (AS)…
Laku Rp6,5 Miliar, Lukisan “Kuda Api” SBY Dibeli Orang Terkaya Kedua di Indonesia
JAKARTA – Sebuah lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang…
Membentuk Karakter Kuat, Melahirkan Generasi Hebat
KOLOM— Di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, Generasi…
Menlu Sugiono Tegaskan DK PBB dan Board of Peace Harus Bersinergi Wujudkan Perdamaian Gaza
NEW YORK – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26