Kekhawatiran Atas UAS Sebut Bom Bunuh Diri Pejuang Palestina itu Mati Syahid

pranusa.id April 5, 2021

Ustaz Abdul Somad. (Dok: Jawapos)

PRANUSA.ID– Ketua Cyber Indonesia, Husin Alwi Shihab mengaku khawatir dengan maraknya kajian-kajian yang mengarah ke paham radikalisme.

Ia pun menambahkan, banyak orang-orang awam dan yang baru mengenal agama terbujuk rayu ketika mendengarkan ceramah-ceramah soal mati syahid.

Kekhawatirannya itu disampaikan Husin Alwi Shihab melalui akun Twitter pribadinya, Jumat (02/04/2021). 

Pada mulanya ia mengunggah sebuah video Ustadz Abdul Somad yang sedang berceramah terkait mati syahid.

Dalam video tersebut, tampak Ustadz Abdul Somad menjawab pertanyaan terkait boleh tidaknya bom bunuh diri dilakukan oleh pejuang Palestina.

Pendakwah yang akrab dipanggil UAS itupun menjawab. Pertama ia meminta untuk tidak menyebutnya dengan istilah bom bunuh diri, karena sebenarnya itu adalah gerakan mati syahid.

“Jangan katakan bom bunuh diri, itu pers barat yang mengatakan, yang betul itu gerakan mati syahid bukan mati konyol,” ujarnya dikutip Pranusa.ID, Minggu (04/04/2021). 

Kemudian UAS menjelaskan dalilnya yang mengatakan ketika perang uhud, sahabat Nabi yang maju ketengah lawan dengan mengacungkan pedangnya berhasil membunuh lawan walaupun dirinya terbunuh juga.

“Dalilnya, ketika perang uhud, pasukan Nabi sedang terkepung, ada salah satu sahabat Nabi yang mati karena berani maju ke tengah lawan dengan mengacungkan pedangnya, dia mati dan lawan pun mati,” katanya.

UAS kemudian membandingkan peristiwa tersebut dengan zaman sekarang di mana orang-orang tak lagi menggunakan pedang, melainkan bom.

Dari ceramahnya tersebut, UAS menyebutkan bahwa dalilnya adalah ‘harakah istushadiyah’ atau gerakan mati syahid dalam Perang Uhud.

“Berita pagi ini gerakan bom bunuh diri, padahal itu gerakan mati syahid,” ucap UAS.

Atas pernyataan itulah yang membuat Husin Alwi Shihab menyoroti dalil yang dibacakan oleh Ustad Abdul Somad tersebut.

“Dalil bom bunuh diri oleh UAS. Jangan katakan bom bunuh diri tapi katakan gerakan mati syahid katanya,” ujar Husin Alwi Shihab mengutip kembali ucapan dari UAS.

Bukan tanpa alasan Husin Alwi Shihab menyoroti dalil yang dibacakan oleh UAS tersebut, mengingat saat ini sangat mudah untuk orang-orang awam untuk terpengaruh atau salah penafsiran dari dalil yang dibacakan UAS.

Husin Alwi Shihab juga mengkhawatirkan banyak orang-orang yang terpengaruh dari dali yang dikatakan oleh UAS tersebut.

Ia mengatakan dari dalil tersebut ditakutkan semakin banyak orang yang berani melakukan aksi bom bunuh diri karena meyakini itu sebagai mati syahid.

“Semoga bukan karena dalil ini makin banyak org berani melakukan bom bunuh diri dan yakin bahwa dirinya akan mati syahid,” tandas Husin Alwi Shihab.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Bagas R

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tanggapi Manuver PDIP, AHY Sebut Kehadiran Partai Oposisi Sebagai Sebuah Keniscayaan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono…
Tanggapi Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Wapres Gibran Minta Publik Hormati Proses Hukum
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menanggapi penahanan…
Menko Zulkifli Hasan Sebut Program MBG untuk Sekolah Elite Akan Disetop
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan…
Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026
SURAKARTA, PRANUSA.ID – Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe…
Menkeu Purbaya Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Capai 5,61 Persen, Kalahkan Negara G20 dan ASEAN
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa…