Bantah Tuduhan Memperkaya Diri, Nadiem Siap Lakukan Pembuktian Terbalik Terkait Asal-Usul Harta

pranusa.id January 28, 2026

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim (tengah).(ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembuktian terbalik guna menepis tuduhan memperkaya diri dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Sikap tersebut disampaikan melalui tim penasihat hukumnya, Yanuar Bagus Sasmito, dalam sidang pembacaan nota keberatan atau eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.

“Bahwa terdakwa dalam perkara a quo menegaskan sikap kooperatif dan keterbukaan penuh terhadap proses peradilan dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan pembuktian terbalik sebagaimana diatur dalam Pasal 37 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi,” ujar Yanuar dalam persidangan.

Yanuar menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hak hukum Nadiem untuk membuktikan bahwa dirinya tidak memperoleh keuntungan pribadi atau memiliki harta kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilan sahnya.

Menurutnya, hal ini juga mencakup kewajiban terdakwa untuk menerangkan asal-usul harta bendanya sesuai amanat Pasal 38B ayat (1) UU Tipikor sebagai bentuk pembelaan yang konstitusional.

“Dengan menyatakan kesiapan melakukan pembuktian terbalik, terdakwa tidak sedang mengakui kesalahan atau membebankan pembuktian kepada dirinya sendiri, melainkan menggunakan hak hukum yang dijamin undang-undang,” tegas Yanuar.

Menanggapi eksepsi tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menegaskan bahwa beban pembuktian kesalahan secara imperatif tetap berada di tangan penuntut umum, bukan dialihkan kepada terdakwa.

Meski mengakui bahwa pembuktian terbalik adalah hak terdakwa, Jaksa meminta majelis hakim untuk menolak eksepsi tersebut karena kewajiban utama pembuktian materiil ada pada pihak kejaksaan.

“Kewajiban membuktikan kesalahan terdakwa tetap berada pada penuntut umum yang akan dibuktikan di persidangan melalui pemeriksaan alat bukti,” kata Jaksa.

Laporan: Marsianus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Stop Impor, Prabowo Subianto Sebut Indonesia Akan Swasembada BBM
GORONTALO, PRANUSA.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dengan tegas Indonesia…
Soal Calon Ketum PBNU, Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Said Aqil Punya Peluang Sama
JAKARTA, PRANUSA.ID – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah…
Kemenpar Catat Kenaikan Signifikan Kunjungan Wisatawan pada Triwulan I 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Pariwisata mencatat sektor pariwisata Indonesia menunjukkan…
Eks Kabais TNI Sebut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Hanya Kenakalan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional…
Rumah Terbakar Saat Renovasi, Anggota IV BPK RI Haerul Saleh Tutup Usia di Jagakarsa
JAKARTA, PRANUSA.ID – Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia…