
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat total pergerakan pemudik Lebaran 2026 melalui angkutan umum hingga hari H mencapai 10,8 juta orang.
Angka ini meningkat 8,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat 10 juta orang.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi mengatakan kenaikan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik, meski secara umum masih dalam kondisi terkendali.
“Pemudik dengan angkutan umum hingga hari Lebaran masih cukup tinggi tetapi tetap terkendali, di mana moda transportasi terbanyak yang digunakan masih kereta api,” ujar Ernita dalam keterangan resmi, Minggu (22/3/2026).
Secara kumulatif, kereta api menjadi moda transportasi paling diminati dengan total 3,3 juta penumpang atau meningkat 13,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2,6 juta penumpang (naik 14,01 persen), angkutan udara 2,3 juta penumpang (naik 2,95 persen), angkutan bus 1,6 juta penumpang (naik 9,37 persen), serta angkutan laut sebanyak 783.114 penumpang.
Pada hari H Lebaran yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026), jumlah pergerakan penumpang tercatat mencapai 873.916 orang.
Kereta api kembali menjadi moda dominan dengan 364.649 penumpang, terdiri dari 205.335 penumpang antarkota dan 159.314 penumpang perkotaan.
Sementara itu, angkutan udara mencatat 206.785 penumpang, terdiri atas 155.675 penumpang domestik dan 51.110 penumpang internasional.
Angkutan penyeberangan mencatat 177.564 penumpang, bus 103.777 penumpang, dan angkutan laut 21.141 penumpang.
Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan Lebaran 2026 juga masih tinggi.
Pada hari H, kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat sebanyak 193.237 unit, sementara kendaraan masuk mencapai 122.074 unit.
Secara total, pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 380.753 unit, sedangkan di luar Jabodetabek tercatat 353.546 unit.
Untuk jalur arteri, kendaraan keluar dari Jabodetabek mencapai 601.275 unit dan yang masuk 460.089 unit.
Kemenhub juga mencatat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum relatif tinggi, terutama pada moda kereta api dan angkutan laut.
Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3).
Masyarakat diminta merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan.
“Kami mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan arus balik lebih awal dan menghindari waktu puncak agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” ujar Ernita.
Laporan: Christian | Editor: Arya