Ketua DPRD Sulteng Minta Morowali Tetapkan PSBB

pranusa.id April 27, 2020

Nilam Sari Lawira, Ketua DPRD Sulawesi Tengah

Perkembangan pandemi di sekitar Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), menimbulkan keresahan publik. Kawasan industri yang memiliki banyak pekerja dari berbagai wilayah Indonesia termasuk pekerja asing itu dikabarkan telah mencatat kasus baru yang melibatkan pekerjanya setelah dilakukan tes cepat.

Hal ini pun membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tengah pun bersikap. Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, pada Sabtu (25/04) lalu pun menyampaikan sikapnya. Politisi perempuan dari partai Nasdem itu mengatakan bahwa Morowali, dimana kawasan industri itu beroperasi, berpotensi menjadi pusat transmisi.

“Sebelum terlambat, tindakan pencegahan dan antisipasi harus segera dilakukan sebelum kematian massal terjadi” jelasnya.

Pihaknya mengaku bahwa pemerintah tidak boleh berfikir menunggu dan melihat. Tetapi terus berinovasi dan bergerak cepat agar tidak terjadi dampak buruk yang fatal. Oleh karena itu, demi menciptakan pengendalian situasi secara terukur di Kabupaten Morowali, pihaknya pun meminta agar Bupati Morowali segera mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengantisipasi dampak ikutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“meminta Bupati Morowali untuk segera mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengantisipasi dampak ikutan PSBB” ujarnya.

Nilam juga meminta semua pihak di Kabupaten Morowali, terutama entitas bisnis seperti IMIP dan Perusahaan lainnya untuk membangun kerjasama penanggulangan COVID-19 bersama Pemerintah Kabupaten Morowali. Melawan Covid-19 menurutnya tidak bisa hanya menyerahkan pada urusan Pemerintah Kabupaten saja tetapi semua komponen masyarakat harus turut serta mengambil peran.

Lebih jauh Meminta Gubernur Sulawesi Tengah untuk segera menghentikan kegiatan operasional IMIP dan aktivitas konsentrrasi dalam jangka waktu PSBB karena terdapat ribuan orang di wilayah itu. Hal itu penting untuk mencegah penularan dan melakukan antisipasi sebelum situasi tidak bisa dikendalikan. Intinya kita tidak boleh menunggu jatuhnya ribuan korban jiwa baru sadar.

IMIP juga menurutnya perlu segera membangun rumah sakit skala regional untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. IMIP sebagai korporasi skala multinasional dinilai harus bisa turut serta memberi kontribusi membantu daerah dalam urusan kemanusiaan Covid-19.

“Kita berharap, IMIP dan para investor skala besar di Morowali bukan hanya datang mengeruk keuntungan semata. Tetapi juga ikut mengambil tanggung jawab besar dan memperhatikan aspek kemanusiaan” ujarnya.

Berdasarkan data Minggu (26/4/2020), konfirmasi positif Covid-19 di Sulteng mencapai 36 kasus, dimana ada tiga di antaranya terjadi di Morowali dimana 2 orang merupakan pekerja di IMIP. Ada potensi penambahan kasus mengingat ada 46 pasien dalam pengawasan yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

 

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Semarak Peringatan Kemerdekaan dan Pepenkris di SMP Budya Wacana, Asah Kreativitas dan Iman Siswa
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — SMP Budya Wacana Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan…
Rangkaian Jakal Bookshop Festival 2026, Toko Buku Multitude Bedah “Kasih Ibu Sepanjang Buku” Karya Gunawan Tri Atmodjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Toko Buku Multitude bekerja sama dengan Radio…
Pastikan Keandalan Pasokan Listrik Pasca-Gempa Flores, Dirut PT PLN NP Services Tinjau PLTU Ropa Ende
ENDE, PRANUSA.ID — Direktur Utama PT PLN Nusantara Power Service…
Wujud Misi Kemanusiaan, Direktur Eksekutif INSS Kirim Ratusan Paket Sembako dan Alat Tulis untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores,…
Pemeran Bos Delon di Serigala Terakhir The Series Kembali Ditangkap Kasus Narkoba untuk Keempat Kalinya
JAKARTA, PRANUSA.ID — Aktor Revaldo Fifaldi yang pernah menjadi pemeran…