Rangkaian Jakal Bookshop Festival 2026, Toko Buku Multitude Bedah “Kasih Ibu Sepanjang Buku” Karya Gunawan Tri Atmodjo

pranusa.id August 28, 2026

SLEMAN, PRANUSA.ID — Toko Buku Multitude bekerja sama dengan Radio Buku menggelar kegiatan bedah buku bertajuk “Kasih Ibu Sepanjang Buku” karya Gunawan Tri Atmodjo terbitan Penerbit Marjin Kiri di Angkringan Toko Buku Multitude, Sleman, Minggu (23/8/2026) malam.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB tersebut merupakan bagian dari perhelatan Jakal Bookshop Festival 2026 yang diintegrasikan oleh jaringan toko buku independen di sepanjang kawasan Jalan Kaliurang pada 20 hingga 30 Agustus 2026.

Dipandu moderator Aldino Jalu Seto dari Multitude, diskusi menghadirkan dua pembedah dari Radio Buku, yakni Gilang Andretti dan Nugrahani Annisa.

Mengawali diskusi, Gilang Andretti mengulas bahwa buku tersebut secara jeli mengupas dinamika pasar buku lawasan, keberuntungan penjual daring, hingga negoisasi harga di pedagang langganan yang dikemas dengan gaya humoristis.

“Saya sendiri sebagai bakul buku lawasan juga memiliki pengalaman di mana hasil skripsi-tesis dari beberapa akademisi di kota Jogja yang dijajakan kepada pedagang buku lawasan, yang hal tersebut jarang terjadi karena seharusnya karya ilmiah tidak diperjualbelikan secara bebas,” ujar Gilang.

Sementara itu, pembedah lainnya, Nugrahani Annisa, menyoroti tiga halaman terakhir buku yang mengisahkan keterlibatan makhluk tak kasat mata saat membaca buku—sebuah fragmen yang diakui penulis diangkat dari pengalaman sang istri. Nugra juga mengkritisi kondisi riil keprihatinan industri perbukuan nasional.

“Banyak buku-buku yang tidak laku masih menumpuk di gudang. Saya sebagai orang yang pernah bekerja di penerbitan buku merasa miris dengan kondisi tersebut, apalagi selama IKAPI selalu mengadakan kegiatan pameran dengan mematok harga sendiri tanpa melibatkan toko buku, sehingga selama IKAPI membuat acara, toko-toko buku yang ada semakin sepi pengunjung dan perlahan satu per satu gulung tikar,” tegas Nugra.

Penulis buku, Gunawan Tri Atmodjo, menjelaskan bahwa karyanya lahir dari pengalaman personal bergelut di dunia kepenulisan serta respons atas kejenuhannya terhadap batasan redaksional koran utama. Hal itu mendorongnya menulis secara lepas dengan gaya humor jenaka.

Gilang menilai pendekatan penulisan Gunawan dalam kumpulan 10 cerpen tersebut sangat total, kocak, dan berani dalam menggambarkan dilema pedagang buku lawasan antara posisi sebagai kolektor atau pedagang.

Selama diskusi berlangsung, para peserta mendapatkan booklet panduan yang memuat sudut pandang para pembedah. Rangkaian perhelatan bedah buku ini resmi berakhir pada pukul 22.30 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Laporan: Angga R. N | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Mahasiswa Adakan Aksi Demonstrasi di DPRD Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di…
Memasuki Masa Pemulihan Gempa Flores, Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 100 Paket Sembako di Ende
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem…
BPA Brokers Dorong Perusahaan Jadikan Dana Pensiun sebagai Strategi Jangka Panjang Sejahterakan Karyawan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Di tengah ketatnya persaingan merebut talenta terbaik,…
Aksi di Patung Selamat Datang, Greenpeace Indonesia Soroti Dampak Krisis Iklim Dua Tahun Prabowo-Gibran
JAKARTA, PRANUSA.ID — Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai…
PT BCTC Buka Suara Soal Tuntutan Ganti Rugi, Sebut Tidak Mengabaikan Hak Pemilik Lahan
ENDE, PRANUSA.ID — Pihak kontraktor pelaksana PT Bina Citra Teknik…