Komentari Kasus Ruhut, Teddy Gusnaidi: Yang Dihina Itu Anies atau Baju Adatnya?

pranusa.id May 15, 2022

Ruhut Sitompul. (Fajar)

PRANUSA.ID — Nama politisi PDIP, Ruhut Sitompul, masih menjadi pembahasan netizen setelah dirinya mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengenakan baju adat Suku Dani Papua.

Unggahan tersebut memantik ketersinggungan berbagai pihak. Banyak warganet yang menilai cuitan Ruhut tersebut telah melakukan penghinaan.

Unggahan itu juga mendapatkan respons dari Wakil Ketua Umum dan Juru Bicara Partai Garuda, Teddy Gusnaidi. Teddy mempertanyakan letak penghinaan yang dilakukan Ruhut.

“Pertanyaannya, yang dihina itu siapa? Anies atau baju adatnya? Anies merasa terhina dipakaikan baju adat, atau orang terhina karena baju adat mereka digunakan ke Anies?” cuit Teddy lewat akun Twitter pribadinya, dikutip Minggu (15/5/2022).

Menurut Teddy, hal itu sebenarnya sesuatu yang receh. Akan tetapi, tidak akan menjadi receh lagi jika ‘digoreng’ ke arah SARA oleh para politisi dan tokoh lainnya.

Ia juga yakin bahwa isu ini akan terus digoreng oleh orang-orang yang ingin mendapat sorotan media.

“Sebelum hal ini digoreng terus dan saya yakin akan terus digoreng, karena diluar sana banyak politisi dan tokoh receh yang lapar akan isu tapi miskin intelektual, mereka akan gunakan hal ini sebagai bahan untuk mendapatkan sorotan media, maka dari itu saya wajib menyikapinya,” tuturnya.

Teddy kemudian melayangkan pertanyaan kepada orang-orang yang menggoreng aksi Ruhut dan merasa terhina dengan hal itu.

“Jika orangnya Anies merasa terhina, maka akan ditanya, apakah anda menganggap baju adat itu hina? Begitupun sebaliknya, kalau ada yang merasa terhina baju adatnya dipakaikan ke Anies, maka akan ditanya, apakah anda menganggap Anies itu hina sehingga tidak pantas dipakaikan baju adat?” tanyanya.

“Artinya apa? Artinya orang yang menggoreng soal meme itu, adalah orang yang sebenarnya menganggap baju adat itu hina. Atau sebaliknya, menganggap Anies itu hina sehingga tidak pantas menggunakan baju adat,” ujarnya.

Teddy juga mengaku heran mengapa meme seperti itu disebarluaskan oleh Ruhut. Pasalnya, ia meyakini Ruhut tahu bahwa hal-hal seperti itu bisa digoreng ke arah SARA.

“Saya pikir cukup jelas ya, gorengan SARA seperti ini terjadi berulang-ulang karena dimanfaatkan oleh para pihak yang lemah isi kepalanya tapi nafsu untuk tampil di media. Masyarakat jangan mau dibodohi dan diprovokasi oleh orang-orang bodoh tersebut,” tutur Teddy.
Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pria Penendang Wanita di Mall Senayan City Ditangkap, Polisi Pastikan Pelaku Bebas Alkohol
JAKARTA, PRANUSA.ID — Polda Metro Jaya masih terus mendalami motif…
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bantah Tudingan Pemerasan dan Kepemilikan 38 Aset
JAKARTA, PRANUSA.ID — Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana…
Kabupaten Ende Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Anggota DPRD Syukri Abdullah Sampaikan Apresiasi untuk Bupati Yosef
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende sekaligus Ketua Fraksi…
Pembahasan RUU Pemilu Memanas, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Usul Ambang Batas Parlemen 5 Persen
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengakui…
Tokoh Muda Sebut Kedatangan Jokowi Membawa Harapan Baru Bagi Warga Palue
SIKKA, PRANUSA.ID — Tokoh muda asal Palue sekaligus advokat di…