
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melontarkan kritik tajam terhadap kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini dinilainya sedang terhimpit oleh tekanan berat dari berbagai sektor.
Pernyataan mengenai karut-marutnya situasi finansial negara tersebut disampaikan secara langsung olehnya melalui sebuah unggahan video di kanal YouTube pribadinya pada hari Kamis (21/5).
Ia menguraikan bahwa indikasi memburuknya perekonomian nasional dapat dilihat secara nyata dari anjloknya nilai tukar rupiah hingga menyentuh rekor terendah sepanjang sejarah, melambungnya harga kebutuhan bahan pokok, serta menyusutnya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Saya mengikuti dengan seksama apa yang sedang terjadi di negeri ini, dan terus terang kondisinya tidak baik-baik saja,” kata Anies.
Rentetan persoalan ekonomi tersebut diyakininya akan semakin keras menghantam hajat hidup orang banyak lantaran masyarakat pada saat yang sama juga harus bersiap menghadapi ancaman dari memanasnya tensi geopolitik global dan potensi cuaca ekstrem El Nino.
“Satu ujian saja berat, saat ini beberapa datang bersamaan, maka beratnya berlipat,” ujarnya.
Untuk meredam kepanikan pasar dan kecemasan publik, mantan calon presiden itu mendesak pemerintah agar segera menghadirkan rasa kepastian yang mutlak melalui keterbukaan informasi.
“Bukan ketenangan semu, bukan masalah yang ditaburi gula-gula, tapi kepastian yang lahir dari transparansi dan kejujuran, dari arah yang jelas dari pemerintah yang tahu akan ke mana negeri ini dibawa,” tegas Anies.
Namun pada kenyataannya, ia menuding para pemangku kebijakan saat ini justru bertindak sebaliknya dengan kegemaran menutupi fakta-fakta buruk dan hanya memamerkan deretan angka yang terlihat positif kepada publik.
Sikap jajaran pemerintahan dalam merespons situasi krisis ekonomi ini juga turut disorotinya karena sering kali terkesan tidak serius dan cenderung menganggap enteng rentetan masalah yang ada.
“Komentar pejabat soal situasi serius sering terdengar enteng bahkan bercanda, kebijakan berubah-ubah, hari ini begini, besok berbeda, pasar bingung, publik bingung, investor menahan diri, bahkan sebagian kabur,” paparnya.
Di tengah situasi yang serba genting ini, masyarakat dinilai kehilangan sosok teladan dari para pemimpin negara lantaran rakyat di tingkat bawah terus didorong untuk berhemat sementara pemerintah di tingkat atas justru menghamburkan anggaran untuk hal-hal di luar prioritas.
“Pemborosan di atas, pengetatan di bawah, ini tampak sebagai ketidakpekaan,” ucap Anies.
Menutup bahan evaluasinya, ia menuntut jajaran pemerintah untuk bersikap jauh lebih serius dalam merumuskan arah kebijakan negara secara konsisten agar gejolak keresahan di tengah masyarakat dapat segera diredam.
“Oleh karena itu, saya mengajak kepada pemerintah, berhentilah memberi obat tidur kepada publik, buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur, berikan arah kebijakan yang jelas dan konsisten, pimpin secara solid, ajek, dan dari atas sampai bawah,” tandasnya.
Laporan: Hendri | Editor: Michael