Kunjungan Jokowi ke Kalsel: Tinjau Langsung Kondisi Warga, Bantuan, dan Cek Jembatan

pranusa.id January 18, 2021

Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan makanan kepada anak saat meninjau lokasi terdampak bencana banjir di Kabupaten Banjar. Foto: Dok. Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden

PRANUSA.ID– Presiden RI Joko Widodo menyapa pengungsi korban banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang ditempatkan di Stadion Demang Lehman Martapura setelah sebelumnya meninjau lokasi banjir di Kecamatan Martapura Timur

Tampak Presiden berbincang dengan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar dan Ketua DPRD Kalsel Supain HK sembari meninjau dapur umum dan posko kesehatan.

Tidak ada keterangan pers dari Jokowi. Presiden meninggalkan lokasi pengungsian sekitar pukul 15.45 WITA sembari membagikan kaos kepada masyarakat yang terus merangsek ke mobil orang nomor satu di Indonesia itu.

Ketua Posko Pengungsian Pemkab Banjar di Stadion Demang Lehman Martapura Agus Siswanto mengatakan saat ini ada 827 orang tercatat ditampung di tempat tersebut.

“Alhamdulilah pak Presiden datang memberikan semangat kepada warga semua yang kini dilanda bencana. Bantuan terus mengalir ke posko ini dan Insya Allah mencukupi bagi warga terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari termasuk pakaian bekas,” katanya.

Perintahkan Perbaikan Jembatan

Dalam kedatangannya ke Kalimantan Selatan, Presiden Jokowi juga mengecek Jembatan Banua Anyar di Kecamatan Astambul yang rusak diterjang banjir hingga memutus akses jalan nasional lintas provinsi Kalsel-Kaltim.

Presiden Joko Widodo pun meminta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono segera membenahi jembatan di Kalomantan Selatan.

“Saya sudah minta Pak Menteri PU agar dalam 3-4 hari ini bisa diselesaikan sehingga mobilitas distribusi barang tidak terganggu,” ujar Jokowi saat meninjau daerah terdampak banjir, Senin (18/1).

Presiden Jokowi juga menginstruksikan agar kebutuhan penanganan bencana, seperti logistik, terpenuhi dengan baik.

“Logistik untuk pengungsi ini penting. Karena hampir 20 ribu masyarakat berada di pengungsian. Kekurangan yang ada bisa dibantu pemerintah pusat. Selain juga dari logistik pemerintah provinsi, kabupaten dan kota,” ucapnya saat meninjau Jembatan Mataraman di Kabupaten Banjar, Senin (18/1).

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Pemilih Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan…
KUHP Baru, Menko Yusril: Ada Perbedaan Tegas Antara Kritik dengan Hinaan
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan,…
Mentan Amran Sulaiman Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk Nakal
KARAWANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menunjukkan…
Pemerintah Klaim Sita 4 Juta Hektare Kebun Sawit Ilegal
KARAWANG— Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap praktik…
Gubernur Kalbar Pastikan Keamanan dan Kondusifitas Menyambut Ramadhan dan Cap Go Meh
PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa wilayah…