Survei Indekstat: Setahun Lebih Menjabat, Kepuasan Publik Terhadap Prabowo-Gibran Tembus 79,2 Persen

pranusa.id February 24, 2026

FOTO: Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

JAKARTA – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilaporkan mencapai angka 79,2 persen.

Tingginya angka kepuasan dalam satu tahun empat bulan masa pemerintahan tersebut terekam dalam hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Indekstat Konsultan Indonesia secara daring, Sabtu (21/2/2026).

Survei ini dilaksanakan pada periode 11–25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Pengambilan data dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat margin of error (toleransi kesalahan) tercatat sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, memaparkan bahwa tingkat kepuasan publik paling tinggi saat ini didominasi oleh kelompok masyarakat yang berada di kawasan Indonesia Timur.

Kalimantan memimpin dengan tingkat kepuasan mencapai 96,66 persen, disusul Sulawesi 95,28 persen, Maluku-Papua 93,16 persen, Jawa 88,97 persen, dan Sumatera 86,72 persen.

“Sementara Jawa di angka 88,97 persen dan Sumatera 86,72 persen. Tentu daya kritis dan kecepatan informasi menjadi sesuatu yang berpengaruh,” ujar Ali menanggapi sebaran data tersebut.

Menurutnya, tingginya angka kepuasan di kawasan timur merupakan cerminan dari respons positif masyarakat terhadap agenda pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Selain mengukur angka kepuasan, survei Indekstat juga turut memotret tingginya angka optimisme publik terhadap masa depan Indonesia di bawah pemerintahan saat ini.

Wilayah Sulawesi mencatat optimisme tertinggi sebesar 93,89 persen, disusul secara berturut-turut oleh Kalimantan 86,81 persen, Maluku 85,48 persen, Sumatera 82,45 persen, dan Jawa 80,97 persen.

“Ini konsisten dengan data approval rating sebelumnya yang juga tinggi di kawasan ini,” kata Ali menambahkan.

Jika ditinjau dari kategori usia responden, tingkat keyakinan tertinggi terhadap masa depan pemerintahan dipegang oleh kelompok Generasi X dengan angka 86,40 persen dan Baby Boomers 85,88 persen.

Sementara itu, kelompok Generasi Z (Gen Z) mencatatkan tingkat keyakinan paling rendah yakni 76,88 persen, sekaligus memiliki tingkat ketidakyakinan tertinggi yang mencapai 21,21 persen.

“Gen Z cenderung lebih kritis dan reflektif. Kelompok ini sangat sensitif terhadap isu pekerjaan, upah, dan mobilitas sosial,” papar Ali menjelaskan fenomena tersebut.

Ia menegaskan bahwa meskipun jauh lebih kritis, generasi muda pada dasarnya tetap menunjukkan optimisme yang diiringi dengan ekspektasi tinggi terhadap arah kebijakan pemerintah.

Laporan: Judirho | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…