
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan dihentikan penyalurannya ke sejumlah sekolah elite.
Kebijakan tersebut diambil lantaran pemerintah saat ini ingin memfokuskan pendistribusian makanan bergizi kepada para penerima yang menjadi sasaran prioritas utama.
“Fokus kepada misalnya ya, yang nggak perlu ya nggak usah, sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu ya nggak usah”, ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada hari Senin (22/6/2026).
Pemerintah saat ini juga memutuskan untuk menyetop sementara upaya penambahan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di berbagai daerah.
Badan Gizi Nasional diinstruksikan untuk berfokus terlebih dahulu pada langkah pembenahan tata kelola internal kelembagaan.
“Begini, ini masalahnya banyak sekali di BGN itu, jadi sekarang internal dulu dibenahi, dilihat ya, sementara kegiatan lain distop dulu, yang lain yang baru-baru stop dulu”, kata politikus yang akrab disapa Zulhas tersebut.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengungkapkan bahwa seluruh fasilitas dapur operasional dari program tersebut juga tengah diaudit secara menyeluruh.
Langkah audit komprehensif ini sengaja dilakukan agar ke depannya tidak ada lagi kasus keracunan makanan yang menimpa para peserta didik.
“Nah kemudian tata kelolanya juga diperbaiki, dapur ya, itu juga diaudit”, tegas Zulhas.
Ia mengingatkan bahwa persoalan keselamatan dan kesehatan anak bangsa merupakan hal mutlak sehingga insiden keracunan tidak boleh terjadi kembali.
“Kalau ini sudah diperbaiki, nanti lebih lanjut baru akan dirapatkan”, pungkasnya.
Laporan: Hendri | Editor: Arya