
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID– Memasuki usia ke-80 tahun, SMA Kolese De Britto Yogyakarta memilih merayakan perjalanan panjangnya bukan sekadar melalui seremoni, tetapi lewat serangkaian kegiatan yang menghubungkan sejarah, pendidikan, kebangsaan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap masa depan masyarakat.
Momentum bertajuk “Menuju Dasa Windu 1948–2028” menjadi penanda bahwa sekolah yang telah berdiri sejak 1948 ini terus bertransformasi sebagai ruang belajar yang relevan dengan tantangan zaman.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Bendera Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang dilanjutkan Kenduri memperingati HUT Sekolah Ke-78, dilanjutkan Misa Syukur Ulang Tahun dan penanda pembukaan Dasawindu sekaligus peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung Dasawindu.
Selain itu rangkaian kegiatan meliputi; Expo Perguruan Tinggi, Open House dengan lomba-lomba dari (TK, SD, SMP), hingga Expo Lembaga Pendidikan Katolik se-DIY (tingkat TK-SMA). Seluruh kegiatan menjadi ungkapan syukur sekaligus wujud keterbukaan sekolah kepada masyarakat luas.
Semangat syukur kemudian diwujudkan dalam Perayaan Misa Ulang Tahun SMA Kolese De Britto pada 19 Agustus. Misa menjadi ruang refleksi atas perjalanan delapan dekade yang telah melahirkan ribuan alumni dengan beragam kiprah di Indonesia maupun dunia.
Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, sekolah menegaskan kembali komitmennya untuk membentuk pribadi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki hati nurani, kepedulian, dan semangat melayani.
Perayaan itu tidak berhenti pada nostalgia. Pada 21–22 Agustus, SMA Kolese De Britto menghadirkan Expo Perguruan Tinggi yang mempertemukan siswa dengan lebih dari 30 perguruan tinggi.
Berbagai sesi presentasi kampus, konsultasi studi lanjut, informasi seleksi masuk, hingga beasiswa dihadirkan sebagai bekal generasi muda dalam menentukan masa depannya.
Hari pertama diperuntukkan bagi siswa De Britto, sedangkan hari kedua dibuka untuk masyarakat umum, orang tua, serta siswa SMA/SMK/MA sederajat.
Masih pada 22 Agustus, masyarakat juga diajak mengenal lebih dekat kehidupan SMA Kolese De Britto melalui Open House 2026. Berbagai kegiatan seperti talkshow pendidikan, expo ekstrakurikuler, lomba-lomba,bazar, pameran lembaga pendidikan Katolik se-DIY, hingga berbagai aktivitas kreatif bagi anak-anak dan remaja disiapkan untuk menunjukkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuh bersama keluarga dan masyarakat.
Yang menarik, semangat keterbukaan itu berlanjut pada Sabtu, 29 Agustus 2026, ketika SMA Kolese De Britto dipercaya menjadi tuan rumah The 12th Urban Social Forum (USF) 2026, sebuah forum internasional yang mengangkat tema “Another City is Possible“.
Forum ini mempertemukan komunitas, akademisi, organisasi masyarakat sipil, aktivis, hingga warga untuk mendiskusikan kota yang lebih inklusif, berkeadilan, berkelanjutan, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Kehadiran Urban Social Forum memperlihatkan bahwa pendidikan tidak lagi berhenti di ruang kelas. Sekolah menjadi ruang publik yang mempertemukan beragam gagasan, memperkuat kolaborasi lintas komunitas, sekaligus mengajak generasi muda ikut memikirkan masa depan kota dan masyarakat.
Nilai ini sejalan dengan semangat pendidikan Jesuit yang selama puluhan tahun dihidupi SMA Kolese De Britto: membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu membaca realitas, peduli pada persoalan sosial, dan berani menghadirkan perubahan.
Memasuki Dasa Windu, SMA Kolese De Britto tidak hanya merayakan usia. Sekolah ini sedang mengajak publik melihat bahwa pendidikan adalah investasi sosial jangka panjang.
Dari ruang kelas lahir para pembelajar, dari komunitas lahir kolaborasi, dan dari kolaborasi itulah tumbuh harapan bahwa masa depan yang lebih baik selalu mungkin diwujudkan, baik bagi sekolah, kota, maupun Indonesia.
Laporan: Chr. Danang Wahyu P. | Editor: Michael