Natalius Pigai Tegaskan Presiden Prabowo Hormati Ilmuwan, Bukan ‘Pakar’ yang Merangkap Buzzer dan Partisan

pranusa.id September 22, 2026

Natalius Pigai. (Ari Saputra/detikcom)

JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai memberikan klarifikasi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai fenomena para pakar di ruang publik.

Pigai menegaskan bahwa kritik kepala negara tidak ditujukan kepada seluruh komunitas ilmuwan, melainkan kepada oknum akademisi yang merangkap peran partisan.

“Yang dimaksud oleh Bapak Presiden adalah kelompok-kelompok yang merangkap berbagai jabatan. Kelompok intelektual, pakar, tapi merangkap dirinya sebagai aktivis, dirinya sebagai buzzer, dirinya sebagai influencer,” kata Pigai saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Pigai menambahkan bahwa fenomena pengamat yang bertindak sebagai pendukung kelompok politik tertentu kerap dijumpai di media sosial.

Kondisi tersebut dinilai dapat menyesatkan publik jika tidak dibedakan secara jelas dengan pandangan ilmiah independen.

Mengutip literatur The Death of Expertise karya Tom Nichols, Pigai menyebut erosi otoritas kepakaran kini marak terjadi akibat dorongan kepentingan tertentu.

“Yang dikritik Presiden adalah pakar post-truth yang membungkam, membenamkan kebenaran,” ujar Pigai membeberkan konteks pernyataan presiden.

Pigai pun meminta publik dapat memilah posisi narasumber secara obyektif di tengah derasnya arus informasi.

“Jadi tolong dipahami, apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden itu tidak semua,” kata Pigai meluruskan persepsi publik.

Ia menjamin pemerintah tetap terbuka terhadap gagasan ilmiah dan menghormati masukan dari para ahli yang kredibel.

“Ilmuwan itu beda, Bapak Presiden memuji, menghormati ilmuwan. Yang menasihati Presiden itu adalah ilmuwan semua,” kata Pigai menutup penjelasannya.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Buka Program Dasa Cita di TTU, Gubernur Melki Laka Lena Dorong Hilirisasi Tenun NTT
TIMOR TENGAH UTARA, PRANUSA.ID — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)…
Sempat Dipenjara karena Kasus Ijazah Jokowi, Gus Nur Ajukan Gugatan Rp4,2 Miliar ke Negara
SOLO, PRANUSA.ID — Mantan terpidana kasus penyebaran berita bohong dan…
Sebut Pendidikan Gratis Bukan Hal Mustahil, PDIP: Syaratnya Bubarkan MBG dan Kopdes
JAKARTA, PRANUSA.ID — PDI Perjuangan (PDIP) menyambut baik wacana Presiden…
Atasi Kekeringan di Gunungkidul, Pemuda Katolik Komda DIY Salurkan 17 Tangki Air Bersih
GUNUNGKIDUL, PRANUSA.ID — Pemuda Katolik Komda DIY melalui Satgas Pesona…
Gelar Pemutaran Film Dokumenter di Bantul, Aktivis dan Mahasiswa Mengingat Kembali Prahara Agustus 2025
BANTUL, PRANUSA.ID — Sejumlah organisasi kemahasiswaan dan jaringan masyarakat sipil…