Nilai Amien Rais Serang Ranah Pribadi Seskab Teddy, GP Ansor Ingatkan Etika Berpolitik

pranusa.id May 3, 2026

FOTO: Tokoh Pendiri Partai Ummat, Amien Rais. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin menyayangkan pernyataan Amien Rais yang dinilai menyerang ranah pribadi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kritik terhadap tokoh reformasi tersebut ia sampaikan melalui keterangan resminya di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026).

“GP Ansor menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan kritik, kritik yang keras sekalipun adalah bagian dari demokrasi, namun, kritik tersebut harus tetap berada dalam koridor etika dan tidak menyerang pribadi, apalagi dengan tudingan yang mengarah kepada fitnah,” ujar Addin.

Pola komunikasi politik yang mengarah pada sentimen personal tersebut dinilai dapat menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia. Serangan tanpa dasar yang jelas berpotensi merusak ruang diskursus publik yang seharusnya menjadi tempat pertukaran gagasan rasional.

“Ketika kritik berubah menjadi serangan personal tanpa dasar yang jelas, hal itu berpotensi bermuara pada fitnah, ini bukan hanya merugikan individu yang disasar, tetapi juga merusak ruang publik yang seharusnya menjadi tempat pertukaran gagasan, bukan arena saling menjatuhkan,” kata Addin.

Sebagai figur publik, Amien Rais diharapkan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan teladan politik yang beradab. Pernyataan kontroversial yang dilontarkan secara berulang dikhawatirkan akan menciptakan preseden buruk bagi generasi muda.

“Generasi muda melihat dan meniru, jika tokoh-tokoh bangsa justru mempertontonkan pola komunikasi yang menyerang personal, maka ini menjadi contoh yang tidak terpuji dalam praktik demokrasi kita,” tutur Addin.

Oleh karena itu, organisasi kepemudaan ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan kritik yang konstruktif dan berbasis data. Etika dalam berpolitik harus selalu dijunjung tinggi demi menjaga stabilitas sosial kemasyarakatan.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan kritik, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab, mari kita jaga bersama ruang publik agar tetap beradab, rasional, dan bebas dari fitnah,” tegas Addin.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Siapkan Tabung CNG 3 Kilogram, Pemerintah Targetkan Kurangi Impor Elpiji Bersubsidi
JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah Republik Indonesia tengah menyiapkan terobosan pengembangan…
Jadi Korban Hoaks di Media Sosial, Yusril Tegaskan Tak Pernah Memvalidasi Keaslian Ijazah Jokowi
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia,…
Sebut Kondisi Indonesia Masih “Poco-Poco”, Megawati: China Sudah Merancang Masa Depan untuk 200 Tahun ke Depan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengkritik…
Perkuat Keamanan Laut, Kapolres Ende Resmikan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu Kecamatan Maurole
ENDE, PRANUSA.ID – Kapolres Ende Ajun Komisaris Besar Polisi Yudhi…
Kepala Bakom Pemerintah Prihatin Amien Rais sebagai Tokoh dan Akademisi Jadi Korban Hoaks
JAKARTA, PRANUSA.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menekankan…